26 March 2019

Untung Rugi Investasi Saham

investasi
Banyak orang yang "takut" jika diajak untuk berinvestasi, apalagi investasi saham yang kedengarannya sudah negatif saja di tengah masyarakat. Orang lebih suka berinvestasi dengan misalnya membeli unit link (asuransi plus investasi), padahal jika mereka tahu, yang dilakukan banyak perusahaan penerbit unit link adalah menginvestasikan dana nasabahnya di pasar modal juga dalam bentuk saham, surat hutang dan juga deposito. Selain mungkin ada yang disalurkan dalam bentuk kredit usaha.

Banyak orang yang juga lebih tertarik diajak meminjam uang alias kredit ke bank maupun leasing, meskipun bunga yang harus ditanggungnya cukup besar dan bisa membuat keuangan keluarga terganggu.

Keuntungan Investasi Saham

Ada beberapa keuntungan bagi investor saham, diantaranya:
  1. Mendapatkan capital gain, yaitu potensi keuntungan dari selisih kenaikan harga saham dengan harga belinya. Jika kita belum mau menjual saham saat harganya sedang naik, artinya kita baru mendapatkan potensi keuntungan, jika kita menjualnya maka kita merealisasikan keuntungan itu.
  2. Mendapatkan dividen, yaitu "bonus" yang dibayarkan perusahaan sesuai dengan lembar saham yang kita pegang. Bonus biasanya dalam bentuk uang, namun ada juga yang mendapatkan lembar saham.
  3. Bisa ikut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), meskipun kamu hanya memiliki 100 lembar saham (1 lot), kamu bisa mengikuti RUPS sebagai pemilik perusahaan, tentu porporsi kepemilikannya sesuai saham yang kita pegang. Lalu apa kentungan ikut RUPS? Ya setidaknya dapat makan siang gratis, souvenir dan bisa selfie-selfie gitu 😤

07 February 2019

Portofolio 7 Februari 2018

#YukNabungSahamSetelah lama gak update posisi portofolio, kali ini saya akan kembali melakukan update portofolio saham saya per penutupan sore hari ini. Alhamdulillah saya mulai bisa mengendalikan diri dalam menabung (investasi) saham. Dalam artian saya terus belajar meningkatkan kemampuan pengetahuan sehingga bisa berpikir lebih logis dan lebih penuh perhitungan ketika ingin membeli sebuah saham. Dan proses belajar ini tidak boleh sampai berhenti ! Setelah setahun yang lalu saya memposting portofolio saham saya yang berantakan di sini, dalam rentang setahun itu saya tidak berhenti belajar. Banyak yang mengatakan kalau ingin belajar investasi / trading saham kita harus memiliki mentor. Namun di zaman serba online, kita bisa menemukan banyak mentor di Youtube yang membagi pengetahuannya secara cuma-cuma meskipun ada diantara mereka yang juga "jualan" seminar bagi yang beminat mengikutinya. Berikut portofolio saham saya yang saya screen shoot dari aplikasi eSmart BNI Sekuritas:

01 February 2019

Postingan Pertama di 2019

Hi gaes, apa kabar? (Sok ngalay ala vloger)

Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (WartaEkonomi.Co.Id)
Sudah lama nih saya tak posting di blog ini. Kendalanya karena semakin banyak kesibukan baik pekerjaan maupun investasi saham yang saya lakukan. Ngomong-ngomong masalah investasi saham yang saya sedang geluti, terakhir kali saya posting disini dengan kondisi portofolio yang babak belur. Mungkin banyak dari gaes-gaes sekalian menganggap saya sudah lari dari pasar modal sebagai investor ritel karena kapok akibat kerugian yang saya alami.

Memang sempat down juga, namun untuk menambah semangat saya menyempatkan diri ikut Sekolah Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Saya ambil kelas syariah yang level 2. Kaget juga pas masuk kelas, ternyata peminat saham syariah cukup banyak juga. Para anak-anak muda generasi milenial dan banyak pula yang wanitanya meskipun tak memakai penutup kepala (jilbab) tetapi mengambil kelas pasar modal syariah, bukan yang konvensional. Saya sendiri datang terlambat, karena tidak hapal jalan kesana yang berliku-liku dan untuk balik arah saja jauhnya minta ampun.

08 May 2018

BNI Syariah Ajak Nasabah Sholat Berjamaah

BNI SyariahSekitar pukul 14.30 saya mendatangi kantor BNI Syariah cabang Depok untuk menyetorkan dana. Kebetulan antrian ramai sehingga cukup lama juga menunggu. Tiba-tiba kurang lebih 10 menit menjelang waktu sholat ashar, ada pemberitahuan bahwa sebentar lagi waktu sholat tiba.

Selang beberapa waktu kemudian adzan berkumandang dipengeras suara, satpam sibuk mengajak jamaah sholat berjamaah. Teller kemudian membalik papan namanya dan memasang tanda sedang sholat dan segera menyelesaikan transaksi lalu menutup layanan.

Semua karyawan khususnya yang laki-laki dan beberapa pimpinan serta nasabah yang ada disitu segera berwudhu. Setelah itu mereka melakukan sholat sunnah, dan dipimpin oleh seorang yang mungkin setidaknya manajer di bank tersebut sholat ashar kemudian dilaksanakan.

17 April 2018

Ketika Saya Bukan Guru Lagi

Per 1 Februari 2018, saya meminta pengunduran diri ke Kepala Sekolah saya untuk tidak mengajar lagi di sekolah, saya lebih memilih menjadi tenaga administrasi yang setiap harinya berkutat dengan pendataan guru dan siswa, penyusunan anggaran sekolah, peng-SPJ-an BOS, dan lain-lainnya yang semakin hari semakin banyak saja jenisnya. Oleh karena itu saya harus memilih, karena saya tidak mau juga terlalu ngoyo, ya ngajar, ya jadi tenaga administrasi (atau lebih dikenal operator sekolah).

Oh iya, selama ini saya bekerja sebagai tenaga guru non PNS di sebuah sekolah dasar di Kota Depok selama lebih dari 13 tahun (TMT 5 Maret 2005). Pada tahun 2018 ini, pemerintah Kota Depok memberikan perhatian yang cukup baik kepada tenaga honorernya, yang mana honor dibayarkan berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan. Meskipun masih dibawah UMP, namun saya rasakan sudah lebih baik perhatian yang diberikan. Konsekuensinya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok melarang  kepada tenaga honornya untuk merangkap sebagai guru dan tenaga administrasi bersamaan. Jadi harus memilih, ingin jadi guru atau ingin jadi tenaga administrasi.

Akhirnya, dengan pertimbangan yang matang, dimana disekolah saya hanya ada satu orang tenaga operator sekolah dan administrasi yang berpengalaman, dan jika saya tetap menjadi guru, maka siapa yang mengerjakan tugas-tugas yang serba cepat dan sangat mengandalkan kemampuan penggunaan perangkat IT disekolah? Disinilah saya memilih untuk berhenti menjadi guru (meskipun nilai UKG online saya Pedagogik 89,2857142 dan Profesional 82,9081632 dengan nilai total 84,8214), tapi saya tetap harus konsentrasi di satu pekerjaan.