 kakbayu Pelajaran komputer, atau nama resminya Teknologi Informasi & Komunikasi kini mulai disadari oleh para pemegang kebijakan kurikulum untuk sesegera mungkin disampaikan kepada peserta didik. Kini bukan menjadi suatu hal yang istimewa lagi apabila ada SD (Sekolah Dasar) yang sudah memberikan pelajaran ini, dan memang sudah dimasukan kedalam kurikulum sebagai muatan lokal. Saya sendiri berprofesi sebagai guru Teknologi Informasi & Komunikasi di SDN Beji Timur 1 dengan status honorer daerah (wiyata bhakti). Ketika saya mulai mengajar, tingkat pendidikan saya masih SMA. Meski demikian, saya juga pernah mengajar pada tingkat yang sama dengan tingkat ijazah yang saya miliki, tepatnya di sebuah SMK-SMIP di Jakarta dengan nama bidang studi KKPI (Keterampilan Komputer untuk Pengolahan Informasi). Modalnya full skill saja, sebab kalau melihat kualifikasi, sudah pasti nggak masuk, karena saya belum S1 dan mengajar ditingkat yang sama dengan ijazah saya.
Ketika ada tuntutan bahwa seorang guru harus memiliki kulifikasi sarjana (S1), disinilah polemik mulai terjadi. Awalnya saya mau mengambil jurusan Informatika yang sesuai dengan bakat, minat dan bidang studi yang saya ajarkan. Tetapi, sampai sekarang belum ada satupun jurusan Pendidikan Komputer (setahu saya) di universitas, yang jika lulus juga memiliki gelar S.Pd. Yang ada hanya jurusan Informatika murni.
Saya juga mendengar, bahwa menjadi seorang guru haruslah memiliki pendidikan jurusan keguruan & ilmu pendidikan, bukan jurusan umum. Sehingga kesimpulannya, jika saya masih ingin menjadi guru, maka saya harus mengambil kuliah di jurusan keguruan & ilmu pendidikan.
Jadi bimbang juga sih, karena sebenarnya saya lebih tertarik mengajar komputer. Tapi belum ada jurusan yang mengakomodasikan. Akhirnya saya mengambil jurusan pendidikan matematika, yang saya pikir masih dekat dengan dunia komputer.
Selain itu, guru komputer di tingkat sekolah dasar sepertinya masih dipandang sebelah mata. Entah kalau pada sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. Misalnya saja, ketika diajukan untuk mendapatkan tunjangan fungsional, tidak bisa. Padahal teman-teman saya yang juga belum S1 dan sama-sama wiyata bhakti mendapatkannya, hanya karena mereka guru kelas.
Kalau mau jujur, seperti saya katakan tadi, saya masih tetap mau menjadi guru komputer sampai kapanpun. Meskipun nasibnya belum jelas kedepan. Ya untuk cari-cari tambahan, akhirnya saya nerima les matematika ataupun komputer, ngajarin orang bikin web, benerin komputer, bersihin virus, sampai ngojek pakai motor. Maksudnya bukan ngojek konvensional, tapi jika ada teman atau guru yang mau pergi dan minta di anterin, saya anterin aja, lumayan lah dapat uang bensin.
Di website ini saya juga mau mengatakan, kedepannya orang yang meremehkan teknologi informasi, maka dia bisa menjadi orang yang tetinggal & merepotkan orang lain yang paham teknologi ini, karena setiap pekerjaan akan selalu menuntut ilmu ini. Percaya deh ! Update: Tahun 2009 saya sudah mendapatkan tunjangan fungsional.
|