Guru honor, dituduh menganiaya, langsung ditahan dan disidang. Cepat sekali kalau dibandingkan dengan para koruptor yang bisa melenggang kesana-kemari meskipun sudah jelas terindikasi terlibat korupsi.Guru honor adalah guru yang dibayar oleh sekolah yang mengangkatnya, honornyapun sering jauh dibawah standar, padahal tanggung jawab dan kerjanya relatif sama dengan guru tetap atau PNS, bahkan kadang ada tugas lebih. Seperti saya, guru honor di kota Depok dengan seabrek pekerjaan. Sebagai guru, sebagai bendahara sekolah, sebagai operator sekolah, bantu-bantu administrasi BOS, RAPBS RAKS, dll. Tidak jarang kerjaan-kerjaan itu harus dibawa kerumah untuk diselesaikan sampai begadang-begadang. Banyak guru honor seperti saya atau bahkan yang lebih berat kerjanya. Bersyukurnya, sudah 2 kepala sekolah yang saya alami, kedua-duanya cukup pengertian dan perhatian, belum lagi rekan-rekan sesama guru. You all my the best partner  Tapi dilain sekolah, ada juga guru honor yang sudah bekerja maksimal namun kurang diperhatikan atasannya, rekan-rekannya ataupun orang tua wali murid. Beban kerja dan kurangnya perhatian ini tentu dapat mengakumulasi kekecewaan dan berujung pada emosi yang labil, kesabaran dalam menghadapi anak didik yang semakin rendah dan lama-kelamaan berpengaruh kepada kinerjanya. Apalagi kalau melihat guru yang sudah diangkat menjadi PNS "bekerja seenaknya," mentang-mentang tidak akan mudah dipecat. Beda dengan guru honor, salah sedikit, bisa tidak "digunakan" lagi. Kiranya, selain perhatian dan rasa kebersamaan antara rekan yang memang sangat dibutuhkan dalam menunjang kinerja guru honor (PNS juga demikian), kesejahteraaan yang lebih diperhatikan, juga perhatian dari Dinas yang menaunginya, kiranya harus cepat tanggap ketika ada masalah pada guru honor yang bekerja dibawahnya. Contoh saya, ketika Dinas Pendidikan Kota Depk Jawa Barat salah menginput data tunjangan fungsional saya, yang mengakibatkan sampai saat tulisan ini diposting, belum menerima tunjangan fungsional 2010 . Seharusnya Dinas Pendidikan bisa lebih bertanggung jawab untuk segera cepat menyelesaikannya. Saya sudah diminta 3 kali mengumpulkan data ulang, namun masih belum cair sampai saat ini (sudah setahun), tentu saja ini mempengaruhi kinerja saya, bekerja dengan rasa kecewa, tidak maksimal. Namun saya tetap tidak akan menganiaya muridlah la..la..la... Apalagi kalau diingat-ingat ketika saya yang harus menginput data untuk Dinas Pendidikan, misalnya data BIOS nilai kelas 6, BIOS UASBN, NISN,pengajuan BOS, saya diminta teliti dan jika ditemukan ada masalah, segera saya ditelepon untuk memperbaikinya. Secara manusiawi, wajar saya kecewa, dan pasti jujur saya akui akan membuat kinerja saya menurun. Guru juga manusia  Semoga tulisan ini dibaca oleh seorang yang memiliki wewenang dan bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita, insan pendidikan semua.  Bayu Saputra NUPTK. 3533 7586 6020 0033 (Belum punya NIP )
|