 Teman saya yang sangat terobsesi dengan beladiri setiap hari berpikir, bagaimana cara ngalahin langkah sibunder, silat betawi maut yang gak pake pentilan, tapi pakenya pentolan kali. Sibunder dengan kuda-kuda rendahnya dan kesukaannya melalap kaki yang diangkat menjadi pemikiran tersendiri bagi teman saya yang berinisial LH (namanya Lazmana Hawali, namun tidak saya sebut). Mau melawan dengan tifan-nya, tapi belum ada daht-nya, dan mungkin butuh waktu lama (diatas 5 tahun) buat bisa mengeluarkan energi daht. Akhirnya, karena terinspirasi oleh Bruce Lee yang menciptakan beladiri sendiri Jet Kune Do, dia bukannya sibuk mengasah daht, justru malah repot merumus jurus yang diberi nama Silek Hand Standing. Mengapa Harus Hand Standing? Sibunder dengan kuda-kuda rendahnya dan serangan cepatnya yang kadang menyerang kaki musuh membuat LH berpikir, kalau kaki kita diserang, maka kita bertarung jangan pakai kaki. Nah lho?! Terus pakai apa? LH berpikir sejenak, lalu berkata Hand Standing,,,,, seperti anak-anak parkour yang bisa berjalan pakai tangan. Dengan kedua kaki berada diatas dan berdiri dengan kedua tangan, maka sibunder tidak akan bisa menyerang kaki kita. Dan jika sibunder maju, kita bisa menendangnya dengan kedua kaki kita. Teori yang masuk akal didunia fiksi :D Saat ini dia sedang berusaha berlatih menguatkan hand standingnya, dan berharap setelah 6 tahun dapat digunakannya untuk melawan sibunder. Kita tunggu saja 6 tahun setelah postingan ini. SiBunder vs Silek Hand Standing. Kalau saya sih lebih suka menyebutnya "bunuh diri" bertarung dengan posisi begitu :D.
  
|