 Anda guru? Jika iya, coba lihat berapa judul buku koleksi ada? Jika anda guru yang sudah sarjana, coba lihat berapa judul buku yang sudah anda miliki yang sesuai dengan background pendidikan kesarjanaan anda? Ketika saya berkunjung ke rumah teman yang istrinya seorang perawat, banyak sekali buku-buku keperawatan yang tertata rapi di lemari bukunya. Apalagi kalau seorang dokter, mungkin akan lebih banyak lagi koleksi buku yang sesuai dengan latar profesi dan pendidikannya. Nah kalau guru? Yang sudah-sudah sih ketika saya berkunjung ke rumah teman yang sama-sama guru, banyak yang tidak memiliki koleksi buku. Yang ada hanya tumpukan-tumpukan kertas sisa-sisa kerjaan sekolah atau buku-buku kuliahnya dulu yang jarang dibaca dan mungkin belum sempat diloakin . Atau mungkin hanyalah buku pelajaran sekolah yang diberikan penerbit untuk sampel pegangan guru. Dalam artian banyak guru yang tidak mengalokasikan pos anggaran dari gajinya untuk belanja buku. Ayo ngaku jujur saja . Ini sangat disayangkan kalau sampai anda yang seorang guru tidak tertarik untuk mengoleksi buku-buku pengetahuan yang sesuai dengan latar pendidikan dan bidang studi yang anda ajarkan. Membeli buku adalah sebuah investasi, itu pola pikir yang harus kita punya. Dengan buku, kita bisa lebih memprofesionalkan diri kita dimata orang lain. Ketika orang berkunjung kerumah kita, mereka melihat jajaran buku di rak buku kita, setidaknya sekilas mereka akan bisa menilai tingkat intelektualitas kita, dan ini penting bagi seorang guru atau pengajar. Percuma saja menurut saya, kalau kita kuliah S2 namun koleksi buku kita hanya sekedarnya saja. Mending tidak kuliah namun rajin baca dan koleksi buku, wawasannya bisa mengalahkan yang S2. Ini berlaku buat para pemuja ilmu ya, bukan para pemuja ijazah. Jangan sampai kita jadi tong kosong nyaring bunyinya, sarjana tanpa buku tanpa ilmu. Mulai saat ini, jadikan buku sebagai bagian dari sembako juga, maksudnya kita beli buku karena merasa butuh, bukan karena dipaksa oleh dosen misalnya. Karena intelektualitas seseorang bisa dinilai dari buku-buku yang dikoleksi dan dibacanya, ini penting bagi guru/pengajar khususnya dan para insan pendidikan umumnya.
|