|
Hukuman paling manusiawi untuk para koruptor |
|
|
Ditulis Oleh Kakbayu
|
|
Minggu, 31 Juli 2011 |
Banyak orang yang sudah gregetan dengan tingkah laku para koruptor dan politisi-politisi serta penegak hukum yang melindunginya semakin menambah kemarahan rakyat pada sistem korup ini.Wacana hukuman mati untuk para koruptor pun menggema, namun sepertinya sulit dinegara dimana uang lebih tajam dari peluru. Alasanam HAM lah digunakan para pelindung koruptor untuk mencegah hukuman mati. Selain itu, wacana memiskinkan koruptor juga ada, namun ini akan lebih sulit dijalani, apalagi kalau hartanya sudah di money laundry atau disimpan di Bank Swiss.
Kalau saya punya usul yang kurang lebih sama dengan ketua DPR kita Marzuki Ali alias si Juki. Koruptor memang harus dimaafkan dan diperlakukan baik-baik dimasyarakat. Namun sebelum dimaafkan, tentunya kita harus beri tanda permanen dulu bahwa kalau dia itu mantan koruptor. Caranya bagaimana? Diamputasi sebatas pergelangan tangannya. Amputasi dilaksanakan setelah ada vonis pengadilan tipikor dan sesuai standar medis, di anastesi dulu, lalu ada perawatan pasca amputasi. Setelah sembuh, dilepas kemasyarakat dan hak-haknya dikembalikan. Ini manusiawi kan, karena tidak sakit dan diperlakukan seperti pasien rumah sakit pada umumnya. Banyakkan orang di amputasi, misalnya karena diabetes atau hancur tulangnya?!Saya rasa ini solusi pertengahan antara hukuman mati yang katanya melanggar HAM dan hukuman penjara yang tidak membuat jera bagi koruptor lainnya.
|