Jujur deh, lebih suka belanja di pasar modern apa di pasar tradisional? Untuk orang Depok Jawa Barat, lebih suka belanja ke Carefour Express atau ke pasar Depok Jaya? Atau pasar Kemiri?Bukan bermaksud sombong, tapi saya merasa lebih nyaman aja belanja di Carefour Express. Pertama, harga sudah pasti, tertera pada labelnya. Dan saya termasuk orang yang tidak pandai menawar. Sedangkan pada pasar tradisional, kita bisa "dimakan" penjual kalau kita gak ngerti harga dan gak pandai nawar. Misalnya aja beli buah, kalau di Carefour kita bisa lihat harganya, ditimbang langsung tercetak labelnya. Sedangkan dipasar tradisional, baru nanya udah "ditembak" dengan harga tinggi. Setelah beli, sampai rumah, baru ketahuan kalau saya dibohongin tuh sama yang jual, kata orang rumah yang ngerti. Selain itu, agak ngeri juga belanja di pasar tradisional karena ada pedagang yang menjual dagangannya dengan mencampur zat berbahaya. Pewarna buatan yang bukan untuk makanan, pengawet semacam borax dan formalin. Sering lihat di acara Reportase Investigasi pada sebuah TV swasta, banyaknya pedagang-pedagang nakal. Ikan asin dengan pemutih, telur asin palsu, jajanan anak-anak. Dan hampir semuanya rata-rata dijajakan di pasar tradisional. Sedangkan kalau ke Carefoure atau minimarket lainnya, tentu saja setiap produk yang masuk diuji dengan ketat. Kalau ada laporan konsumen, maka pemasok itu bisa di blacklist dan tidak dibolehkan lagi memasok produknya ke pasar modern ini. Tentu saja sebagai manusia kan kita bisa memilih yang menurut kita terbaik. Jadi, bukan saya mempromosikan sebuah merk pasar modern, namun pada kenyataannya memang demikian adanya. Saya dan keluarga lebih nyaman saja berbelanja di pasar modern. Nah, saya mendengar berita di TV, bahwa pemerintah DKI menutup minimarket karena dekat dengan pasar tradisional. Seharusnya, selain menutup hendaknya pemerintah juga membina para pedagang di pasar tradisional, agar jujur dalam berdagang, jangan mau cari untung besar dengan mencampur produknya menggunakan zat-zat berbahaya yang harganya murah untuk membuat produknya awet, lebih menarik. Mana mau sih kita diracunin? Kebersihan juga perlu diperhatikan, jangan sampai bau pasar seperti Bantar Gebang. Kejujuran pedagang dalam menimbang dagangannya juga sangat merugikan konsumen, karena sering ditemui timbangan yang tidak terstandar di pasar tradisional. Selain itu bagaimana nasib karyawan minimarket yang ditutup itu? Mereka juga orang kecil. Biarkanlah semua berjalan dengan hukum pasar, rezeki sudah ada yang mengatur. Lagian tidak semua yang ada di pasar tradisional ada di minimarket / pasar modern, begitu juga sebaliknya. Saling melengkapilah. Karena jujur saja, pemerintah belum bisa membina dan mengembangkan pasar tradisional secara maksimal.
Kesan pertama ketika memasuki pasar tradisional adalah kumuh, bau, becek dan kadang tidak aman karena ada premannya. Saya pernah di pasar tradisional Tanah Abang dipalak preman, sampai bajaj saya diuber-uber dan tertangkap karena terjebak macet. Tidak aman !
|