 Disaat bangsa Indonesia sekarang ini rentan dengan perpecahan, masih ada saja orang yang coba-coba memancing di air yang keruh dengan mengatas namakan HAM ingin merayakan HUT Israel yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan diplomatik dengan bangsa Indonesia.
Apalagi lagi kalau tujuannya bukan untuk memancing-mancing atau mungkin untuk menguji bagaimana reaksi ummat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya yang tidak mengakui keberadaan negara Israel. Setidaknya jika izin berhasil didapatkan dan tidak ada reaksi dari ummat Islam dan bangsa Indonesia, tentunya merupakan indikator bahwa Israel sudah mulai dapat diterima di negara ini, dan lambat laun akan ada hubungan diplomatik dengan negara penjajah yang terang-terangan menjajah dimana disaat semua bentuk penjajahan sudah mulai dihapuskan oleh masyarakat dunia.
Ummat Islam tentunya secara muamalah bukan membenci membabi buta terhadap agama Yahudi, karena dijaman Ummar bin Khatab RA sendiri, beliau pernah sangat marah terhadap salah seorang gubernurnya, Amru bin Ash, bahkan sampai-sampai Ummar RA mengancam akan memenggal kepada Amru bin Ash dikarenakan gubernur tersebut akan menghancurkan gubuk reot seorang Yahudi untuk perluasan masjid.
Ummar bin Khatab adalah seorang khalifah Islam yang beliau sendiri atas permintaan para rahib dan pemuka Yahudi mengambil kunci kota Yerusalem yang sekarang menjadi negara Palestina berdaulat berdasarkan hukum internasional sebelum akhirnya direbut oleh Israel secara paksa (dijajah) dengan bantuan Inggris. Ketika Ummar RA berhasil merebut kota tersebut, tidak ada sejarahnya terjadi pembantaian terhadap orang-orang Yahudi ketika itu. Sampai sekarangpun kita tidak pernah mendengar aksi pembantaian yang dilakukan orang-orang muslim terhadap para Yahudi dibelahan dunia manapun. Malah yang justru membooming adalah aksi holocaust yang dilakukan Jerman ketika pemerintahan Hitler dengan membantai setiap ummat Yahudi sebanyak-banyaknya. Meskipun sejarah ini masih ada yang meragukan.
Pada saat itu, orang-orang Yahudi yang mau tunduk berada dalam pemerintahan Islam, dan mau membayar pajak kepada pemerintah, semuanya dilindungi sama rata dengan orang muslim itu sendiri. Bahkan cerita diatas menunjukan perlindungan seorang pemimpin tertinggi Islam terhadap seorang Yahudi yang hanya rakyat jelata dari kekhilafan seorang gubernur muslim.
Negara Israel yang ada sekarang ini adalah negara yang mengambil alih tanah Palestina berdasarkan kitab suci menurut mereka. Karena mereka dulunya memang menempati daerah tersebut. Tapi, ketika jaman khalifah Ummar, bukannya tanah itu sudah diserahkan oleh para pemuka mereka kepada ummat Islam, dan pada saat itu mereka hidup berdampingan dengan ummat Islam secara damai.
Ini lucunya, mengapa PBB mengakui keberadaan Israel hanya karena mereka mengakui tanah mereka dengan kitab suci? Padahal disitu sudah berdiri negara Palestina yang merdeka secara de facto dan de jure berdasar hukum internasional.
Perlu juga dipahami, bahwa paham Zionis Israel yang ada sekarang ini, yang merebut negara Palestina adalah paham materialisme yang terinsprirasi oleh Karl Mark. Oleh karena itu, tidak semua orang Yahudi setuju dengan gerakan Zionis, banyak orang Yahudi yang mereka memilih hidup dinegara orang lain dengan tetap menjalankan kepercayaanya dan hidup berdampingan dengan damai. Bahkan mereka juga ikut berdemonstrasi atas nama HAM untuk menentang penjajahan zionis. Di Amerika sendiri ada gerakan anti semith, anti zionis.
Tidak perlu melihat dengan kacamata Islam dulu untuk menilai tindakan zionis, cukup dengan kacamata HAM kita sudah bisa melihat bahwa zionis Israel adalah gerakan yang melanggar piagam "The Declarations Of Human Right" PBB. Atau lihat dalam pembukaan UUD 1945 kita yang menyatakan "bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan..." Cukup jelas, tidak perlu membuka Al Quran dulu, apalagi bagi orang yang anti Al Quran.
Lantas bagaimana dengan sikap sekelompok orang yang dipimpin oleh Unggun Dahana yang akan memperingan HUT Israel, peringatan saat Israel memenangkan perang 6 hari terhadap negara-negara Arab? Saya menilai apa yang dilakukannya hanyalah mencoba menguji reaksi ummat Islam, apakah sudah bisa menerima Israel atau belum. Ternyata, ummat Islam masih mayoritas menolak, bahkan NKRI pun melalui Kemlu menyatakan tidak mengakui negara Israel. Entah apa yang ada dipikiran orang satu ini dan kelompoknya. Jika pemerintah membiarkan, maka akan banyak kelompok-kelompok seperti Unggun ini yang akan meminta hak yang sama. Misalnya, merayakan HUT komunis, HUT bintang kejora, HUT RMS, dan lainnya yang jelas-jelas melanggar kedaulatan NKRI.
Unggun ini tak lebih hanya seorang yang berusaha melecehkan NKRI, mengingat apa yang mau dirayakannya adalah kesuksesan sebuah penjajahan yang dilakukan negara penjajah, yang tentu saja sangat tidak sesuai dengan pandangan bangsa Indonesia pada pembukaan UUD 1945. Dia dan kelompoknya hanya akan memperkeruh keadaan di Republik ini. Disaat bangsa Indonesia memerangi teroris, Unggun CS malah memicu munculnya "teroris-teroris" baru. Setidaknya "teroris" yang ingin membunuh dia dan kelompoknya. Ini kan malah jadi tambahan PR buat negara.
Kebodohan lainnya, dia mengekspos rencananya. Ini tentu saja punya maksud tertentu. Jikalau dia merayakannya diam-diam di suatu tempat bersama kelompoknya, asal tidak ketahuan orang juga tidak jadi masalah, istilahnya "dosa-dosa elu !". Memang rencananya seperti apa sih perayaannya? Ngibarin bendera Israel terus hormat bendera? Ya kalau gini, berarti memang dia sudah tidak punya jiwa nasionalisme. Ummat Islam di Indonesia saja tidak pernah menghormat kepada bendera Palestina.
|