|
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Yang terhormat bapak Arifinto,
Kaget saya mendengar pemberitaan di berbagai media berkenaan tertangkap kamera wartawan seorang anggota DPR saay sedang rapat paripurna. Yang membuat kaget lagi, ternyata anggota dewan yang terhormat tersebut adalah bapak Arifinto dari fraksi PKS. Ini jelas mengejutkan saya yang mengenal PKS sebagai partai dakwah berbasiskan Islam.
Namun saya menyadari, bahwa partai tersebut bukanlah partai malaikat,
bukan pula partai sahabat (sahabat pun pernah ada yang salah, namun
segera ditegur oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW).
Bapak Arifinto yang terhormat, manusia tempatnya salah dan lupa. Namun
akan menjadi kontras jika kesalahan dan kelupaan dikaitkan dengan
backgorund dimana dia berdiri. Ibarat sebuah pixel hitam ditengah pixel
putih, akan sangat kontras sekali terlihat. Begitupun bapak, dimana
bapak berdiri didepan background putih partai bapak, PKS, partai yang
mengusung jargon profesional, bersih dan peduli.
Bapak Arifinto yang terhormat, kesalahan yang bapak lakukan sebenarnya
tidaklah terlalu fatal menurut saya. Tinggal bapak sholat tobat,
istighfar, dan tidak mengulangi lagi, insya Allah diampuni. Namun
terkait background bapak sebagai anggota DPR dan dari PKS pula yang
membuat bapak terlihat begitu kontras dengan backgorund bapak yang
begitu putih. Mungkin bapak sudah tahu, banyak kok pak anggota DPR
lainnya yang bahkan melakukan lebih dari bapak. Sudah menjadi rahasia
umum, rakyat juga begitu pak suka memutar video porno disembarang tempat
dan menjadi kebiasaan. Bahkan di instansi pemerintah juga demikian
adanya. Nonton bareng video porno sudah menjadi biasa.
Bahkan pak, sekarang juga banyak rakyat kecil yang jahat, misalnya
mencampur makanan untuk jajanan sekolah dengan pewarna terkstil untuk
meracuni anak sekolah kita. Ada juga yang menjual telur busuk untuk
dijadikan pindang, menjual telur asin palsu yang disuntikan air garam,
ikan asin makanan orang susah diracuni dengan formalin, es cendol yang
segar dicampur pewarna yang bukan untuk makanan dan dibuat dengan air
yang kotor. Jahat sekali pak dibandingkan yang bapak lakukan. Tapi itu
sepertinya sudah menjadi lumrah. Karena mereka berdiri di backgound yang
hitam.
Namun, mereka juga ikut berteriak ketika melihat bapak melakukan
kesalahan, mereka merasa lebih suci dari bapak. Memaki-maki pada
situs-situs online dan mencemooh diberbagai media.
Kemunduran bapak merupakan sebuah sikap ksatria, terus terang saya
sangat salut pak. Mundur dari anggota DPR bukan berarti masuk neraka,
malah bisa jadi itu jalan menuju syurga. Bapak bisa bertaubat dan
beribadah dengan tenang lagi, mengurus usaha dan keluarga dengan lebih
baik. Biarkan orang-orang sok suci itu terus memaki, karena memang
kerjaan mereka memaki sesamanya jika melihat sesamanya terjerumus.
Saya juga baru tahu pak, UU pornografi lahir saat jaman SBY-JK,
menterinya Mutia Hatta dan ketua pansusnya pun dari Partai Demokrat,
namun yang ketiban pulung sekarang ini adalah menkominfo pak Tiffatul
Sembiring dari PKS, yang hanya menjalankan undang-undang produk
pemerintah sebelumnya. Dan seolah-olah karena pak Tiffatul orang PKS,
maka dia memerangi pornografi, itu yang dilihat orang yang merasa
terusik keasyikannya. Padahal, meskipun yang menjadi menkominfo adalah
orang non muslim, tetap harus menjalani UU ini. Awalnya kan pak Tiffatul
akan dijadikan menteri UKM. Kesalahan menempatkan orang adalah
kesalahan pak SBY, karena beliau yang punya hak prerogatif.
Demikian surat terbuka ini saya tulis, semoga memberikan pencerahan
bahwa kesalahan tidak akan terampuni jika ruh sudah sampai tenggorokan
atau jika matahari telah terbit dari barat.
Terimakasih,
Wassalam
|