Kata para perencana keuangan, berinvestasilah maka anda akan menjadi kaya. Saya jadi penasaran dengan slogan tersebut dan tertarik untuk membuktikannya. Dalam blog ini saya akan menulis perjalanan investasi saya mulai tahun 2011 dan menggambarkan perkembangannya kepada anda para pengunjung.
Profil keuangan saya sendiri bukanlah orang yang memiliki banyak aset financial, yang kalau mereka menulis tentang investasi, selalu dengan angka-angka besar, puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang justru bagi sebagian besar masyarakat Indonesia angka segitu hanya berada diawang-awang. Bagaimana mau investasi, melihat uang segitu aja belum pernah.
Saya adalah orang Indonesia sebagaimana main stream orang Indonesia kebanyakan, yang memiliki penghasilan standar. Saya tertarik untuk merubah cara pandang saya terhadap pengelolaan keuangan setelah saya memfollow beberapa orang yang sukses dalam bidang financial.
Untuk lebih jelasnya profil saya sebagai berikut :
Usia 30 tahun, sudah menikah dan akan memiliki momongan. Penghasilan dari bekerja sebagai guru honor yang rutin tiap bulan Rp. 1.000.000. Sedangkan dari mengajar les privat berkisar Rp. 800.000 s/d Rp. 900.000 per bulan. Penghaslan lainnya adalah dari "menjual" keahlian, misalnya saja menginstall komputer dan service, membuat administrasi sekolah (dana BOS, pembelajaran, dll). Selain itu masih ada penghasilan lain dari pemerintah, yaitu tunjangan wiyata bhakti dan tunjangan fungsional yang dibayarkan tiap 6 bulan dan setahun sekali. Kalau saya hitung-hitung dan dirata-ratakan, berkisar antara 2 - 3 juta perbulan tergantung pemasukan dari yang tidak rutin tersebut.
Investasi yang saya miliki sampai Februari 2011 adalah:
Reksadana saham dan campuran total Rp. 1.800.000 selama 2 bulan pertama di tahun 2011. Dana pensiun lembaga keuangan Rp. 2,1 juta, sudah berjalan lebih dari 5 tahun dan saya sempat vakum selama lebih dari 5 tahun - tidak menyetor. Dan baru saya setor kembali setelah usia saya 30 tahun kemarin setelah saya menyadari dana tersebut tumbuh sampai 2 kali lipatnya.
Uang yang belum terbayar yang sebenarnya sudah menjadi hak saya ada sekitar Rp. 3,2 juta. Dan saya tidak memiliki hutang ataupun cicilan kredit. Mungkin ini profil yang tidak menarik dan standar-standar saja. Tapi justru itu, dengan profil seperti kebanyakan orang di Indonesia, mudah-mudahan saya bisa memberikan pencerahan, inspirasi dan solusi bagi anda. Dan juga membuktikan apakah benar yang dikatakan para financial planer tentang investasi akan membuat kita menjadi lebih baik secara financial dimasa yang akan datang. Karena selama ini saya juga berpikiran bahwa investasi hanya membuat orang yang sudah kaya bertambah kaya.
Namun saya sering mendengar pula dari para financial planer bahwa berinvestasilah sebelum engkau menjadi kaya. Jangan menunggu berinvestasi setelah menjadi kaya. Atau dengan kata lain semakin dini berinvestasi, maka akan semakin baik.
Oke, mungkin tulisan ini akan sangat panjang, semoga umur saya panjang juga untuk terus menuliskan perkembangan investasi saya secara berseri di blog ini pada menu Pojok Kakbayu > Jadi Investor. Silahkan berikan komentar jika berkenan. Salam !
|