 Melihat iklan BKKBN yang diperankan artin online Sinta-Jojo membuat saya tergelitik. Digambarkan Sinta yang menikah muda kerepotan mengurus rumah tangga bersama suaminya yang juga muda.
Saya setuju bahwa nikah memang perlu rencana, tapi bukan berarti anti nikah muda. Nikah muda juga sebuah rencana. Dengan menikah muda, kita lebih bisa merencanakan masa depan disaat kita masih sehat, masih kuat bekerja dan masih banyak ide untuk mensiasati kehidupan ini.
Kalau kita menunda-nunda pernikahan pada saat kita sudah mampu hanya karena kita merasa masih muda, akan banyak dampak negatifnya. Misalnya bisa jadi terjerumus keperbuatan seks bebas. Selain itu, dengan menunda pernikahan, tentu saja semakin nanti, semakin mahal biaya nikah, harga sembako naik, laju inflasi yang menyebabkan uang yang sekarang kita pegang menjadi menurun nilainya. Kecuali kalau kita investasikan dengan return diatas inflasi atau dengan emas yang mengikuti inflasi.
Satu lagi kelemahannya adalah disaat usia kita sudah mulai tua, kita masih punya anak kecil. Wah repot banget tuh. Coba kalau nikah muda dengan rencana, disaat kita sudah mulai tua, anak-anak sudah dewasa dan mulai mandiri.
Anggap kita nikah usia 20 tahun, maka kalau tokcer dan langsung punya anak, pada saat usia kita 40 tahun anak sudah berumur sekitar 20 tahunan. Kalaupun ada adiknya, ya usianya sekitar 15-20 tahun, kita bisa atur.
Bandingkan kalau kita nikah usia 28 tahun, pada saat anak berumur 20 tahun, kita sudah mencapai sekitar 48 tahunan. Belum kalau ada adiknya.
Intinya bukan masalah nikah mudanya, tapi perencanaannya. Dalam islam sendiri begitu, nikah bisa menjadi wajib jika secara biologis dan finansial kita sudah mampu. Ukuran finansial disini maksudnya bukan berarti harus kaya dulu, harus punya ini itu dulu. Tapi yang terpenting bekerja dan memiliki tabungan serta dana untuk menikah. Kita jangan mengesampingkan Allah dengan terlalu banyak menghitung materi.karena janji Allah akan memudahkan orang yang menikah, memudahkan dalam membuka pintu rizkynya.
Paling tidak suka ketika ada orang mengatakan "mau dikasih makan apa anak-istrinya, kerja aja belum mapan?" Secara tidak sadar orang seperti ini kufur, lalu Allah dikemanakan?
Jadi intinya sah-sah saja nikah muda asal tetap pakai rencana. Dan kalau bikin iklan jangan dilebai-labaikan, seolah digambarkan murung dan susah sekali orang yang menikah muda.
|