 Orang baik bagai cermin yang bening. Ketika ada debu menempel, maka akan terlihat jelas. Sedangkan orang buruk, bagai batu hitam legam, meskipun banyak debu menempel, orang tidak melihatnya.
Itulah mungkin yang terjadi pada Menkominfo. Frame orang banyak terhadap Pak Tif ternyata adalah orang baik. Maka ketika Pak Tif bersalaman dengan Michelle Obama, beritanya langsung rame sampai di surat kabar Amrik, apalagi di Indonesia.
Seandainya malam harinya Pak Tif bertaubat, selama ruh belum sampai tenggorokan, Allah SWT dengan ke-Maha Pengampunannya, insya Allah akan mengampuninya.
Tapi banyak manusia yang sok suci, sok mendahului Allah, langsung memberikan penilaian negatif bahkan sampai banyak cacian yang saya temui ketika mencari berita ini dengan kata kunci "tiffatul bersalaman dengan muchelle obama".
Mengapa begitu sih sikap kita? Sirik? Iri? Kok yang dipermasalahkan cuma pak Tif? Emang hukum Islam berlaku cuma buat dia dan kader PKS lainnya?
Urusan akhirat cuma Allah yang tahu, keimanan seseorang juga demikian. Banyak orang yang bergelimang dosa diberikan hidayah dan mendapat khusnul khotimah, apalagi orang yang selalu berusaha untuk mencapai khusnul khotimah, insya Allah di tetapkan jalannya.
Saya pernah mengalami kejadian yang hampir sama dengan kejadian ini ketika melamar kerja di Tera Computer System (TCS). Ketika itu saya sedang di interview oleh Mrs. Yolin. Ketika selesai tiba-tiba Mrs. Yolin menyodorkan tangan untuk bersalaman. Secara reflek saya menyambutnya. Dan setelah itu telapak tangan terasa tidak nyaman, saya istighfar. Mohon maaf, saya tidak menajiskan perempuan, namun memuliakan perempuan dengan menjaga adab padanya, itu yang saya pikirkan.
Mungkin itu juga yang dirasakan Pak Tif setelah itu, kita tidak tahu, yang penting jangan suudzon, husnudzon aja kenapa sih. Kalau memang Pak Tif berdosa, biar dia selesaikan kepada Allah, saya rasa dia tahu itu.
Janganlah kita memprovokasi orang untuk membenci orang lain hanya karena kesalahan yang sebenarnya tidak merugikan kita. Kecuali koruptor, barulah kita boleh caci maki, karena mereka menjijikan dan merugikan kita.
Silahkan koreksi jika ada kesalahan dari tulisan ini.
|