|
Ditulis Oleh Kakbayu
|
|
Senin, 08 November 2010 |
 Pulang ngajar lewat lapangan hawai dekat SMP/SMU Muhamadiyah. Ternyata sudah disiagakan 2 unit meriam artileri anti serangan udara. Ehm, emang teroris sudah punya pesawat ya? Hehe becanda, memang yang namanya harus seperti itu. Ibaratnyan ancaman tiga, maka pengamanan lima. Ancaman delapan pengamanan sepuluh.
Berkenaan dengan rencana Mr. Obama yang akan ke Universitas Indonesia, saat ini kata beberapa teman UI sudah mulai dibatasi akses keluar masuknya. Memang sudah menjadi maklum, kalau presiden adidaya datang ke negara lain, pengamanannya super ketat. Sampai-sampai sinyal ponsel pun harus dimatikan. Ini semua demi keamanan, coba bayangkan, apa jadinya jika terjadi apa-apa pada Obama di Indonesia. Masuklah tentara Amerika mengobok-obok negara kita. Belum lagi kepercayaan dunia internasional terhadap keamanan negara kita menjadi hilang.
Lantas apa untungnya buat rakyat Indonesia kedatangan Obama kenegara ini? Apa bisa membawa perubahan? Kalau ingat ayat Quran, "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri merubahnya" ya kayaknya kita tidak bisa berharap banyak. Kalau kita ingin merubah nasib kita, jangan gantungkan nasib kita pada orang lain, kepada Obama ataupun pemerintah kita sendiri. Tapi kitalah yang harus menentukan dan mengubah nasib kita sendiri.
Yuk merubah nasib kita sendiri dengan kemauan kita sendiri.
|