|
Hari Rabu ini mungkin adalah hari terindah dalam hidup saya. Coz dihari Rabu saya tidak ada jam mengajar. Saya memulai pagi ini dengan membawa harddisk seorang teman saya ke AJC yang ternyata nggak rusak tuh, rupanya kompinya perlu di service. Dilanjutkan dengan pergi ke SDN Beji Timur 1 tempat saya mengajar untuk melakukan install komputer kantor. Semua berjalan lancar. Tapi yang paling membuat saya senang, murid-murid saya yang alumni pada datang ke sekolah. Ada Ayu, Fani, Firiyal, Farida, Lazmana, Didik, Hasbi, Nunu, Ulfa, Trisna, Novia, Rendi, de el el.
Setelah itu, sebagian dari mereka pulang duluan, sisanya; Ayu yang hobi main games, Firiyal yang makin cantik & tinggi aja, Nu2 yang makin cemburuan aja, Rendi yang sekarang jadi drumer, Farida yang makin kalem, Trisna yang makin pendiam aja, dan Fani yang semakin sweet, ngajak main dulu di ruangan saya. Bernostalgia ceritanya ketika mereka masih kelas 6 dengan bermain-main diruangan saya.
Banyak juga obrolan seru, misalnya si Rendi yang ceweknya sudah 4 (masa seeh ?!), dan cerita-cerita lainnya yang membuat waktu semakin cepat. Aduuuh... kakak sebenarnya ingin lebih lama lagi bersama kalian. Sekitar jam 13.30, datang murid saya lainnya, Anisa dan Anne. Aduh hampir lupa, kemarin ada janji dengan mereka berdua mau ke Gramedia Depok. Jadi serba salah, mana lagi ada tamu kehormatan (alumni), eh ada juga tamu kesayangan (murid).
Eh, handphone berbunyi neh, rupanya ada SMS, baca dulu ya ? <asli> Oh si Dinda...
"K.bayu mav dinda yach, munkn k2 dah gk pdl lg, dinda gk bs mrhn truz ma k2,dinda nyesel dinda gk kn ulng lagi,abs'a kk jg sh klo dinda dismpng kk dinda dicuekin truz kk smbng tp biarin yg pnting mav ya plizs apakah ada pintu mav bwt dinda"
Dinda tuh murid saya yang paling perhatian sama saya, kemarin ada salah paham, dia merasa...
Ada SMS lagi
"Ka pliz blz ke hp ini jngn ke esia cz,gi lowbat ka 1.000.000.000% permintaan mav bwt k.BAYU"
dari Dinda lagi, dia merasa saya kurang perhatian lagi sama dia. Padahal enggak begitu. Aneh ya denger ada guru marahan dengan murid ? Bagi saya sudah biasa, ada ikatan emosi, ada marahan, ada sebel, ada cemburu, itu hal biasa dalam hubungan saya dengan murid-murid SD saya. Sebagian dari mereka terlalu bermain perasaan.
Oh ya Dinda, kakak gak punya pulsa, gak bisa balas ke HP kamu sekarang. Kalau soal maaf, kakak gak pernah merasa marah sama kamu di hati ini, kakak hanya membiarkan kamu mengekspresikan perasaan kamu saja, anak-anak itu harus bisa marah, harus bisa galak, harus bisa tidak percaya dengan siapapun apalagi yang berlum terlalu dikenal. Soalnya banyak orang jahat sekarang lho. Jangan mengebiri sebagian sifat manusiawi seseorang, karena itu merupakan alat untuk membela diri.
Paling-paling kakak hanya mengarahkan kemarahan kamu dengan cara-cara yang bijak, baik, santun dan berjiwa besar. Kakak tidak marah, jika ada murid yang memarahi kakak karena dia benar, asal marahnya dengan santun dan tidak mengeluarkan kata-kata kasar, seperti Dinda yang sangat santun sama kakak meskipun sedang marah.
Akhirnya, alumni pulang, saya kemudian berangkat ke Gramedia dengan dua orang murid saya setelah saya pastikan bahwa kepergian mereka sepengetahuan dan seizin orang tuanya. Pulang dari Gramedia, eh ada janji lagi, bersihin virus di rumah Pak Rusnadi. Datang kesana bersama dua orang murid saya yang juga muridnya Pak Rus, bincang-bincang masalah sekolah, UASBN, dll sambil benerin tuh komputer. Hampir jam setengah enam, nganterin dua murid ini pulang, terus sholat maghrib di masjid setempat.
Selesai benerin komputer, lumayan dapat nasi goreng & tips.
Pokoknya biar capek, tapi indah banget, bisa bantu banyak orang, ketemu alumni, nganter murid, walaupun jadi tidak ngajar ngaji. Maaf ya Adam, Furqon dan QQ.
Rabu, 23042008
|