 Semenjak Tifatul Sembiring menjadi Menkominfo dan mengusik sarang penyamun cabul di dunia maya dengan memblokir situs-situs porno, Tifatul menjadi orang yang dipuji dan juga orang yang dicaci.
Dipuji oleh masyarakat yang menginginkan internet sehat, masyarakat yang peduli dengan moral bangsa dan para aktifis komnas anak, tapi dicaci oleh para netizen yang bermuka mesum, yang berpikiran kalau internet tuh ya pornografi doank.
Insinyur yang sarjananya diselesaikan di Sekolah Tinggi Informatika & Komputer ini sering dianggap bukan bidangnya dalam hal teknologi informasi & komunikasi oleh penghuni dunia maya yang sok jago. Bicara seolah-olah dia yang lebih hebat dari Menkominfo, padahal kalau orang macam gini dijadikan Menkominfo, hancurlah dunia nyata akibat pengaruh mesum dari dunia maya.
Orang melek IT yang diotaknya cuma paha dan selangkangan doang adalah orang-orang sampah yang cuma memenuhi bandwith internet tiap detik. Download sana-download sini untuk memenuhi otak mesumnya sampai mukanya keringetan nahan birahi yang sudah sampai diubun-ubun.
Mereka tidak bisa berkarya, melainkan kalaupun berkarya paling-paling nulis cerpen 17+, kasih komentar dengan menyebut nama alat kelamin. Tiap hari berpikir gimana caranya gue bisa seperti yang di internet. Benar-benar sampah bandwith.
Orang seperti ini sulit diajak jadi orang baik, mereka bilang semua yang mereka lakukan adalah hak asasi.
Okelah hak asasi, tapi otak mesum loh bisa membahayakan hak asasi anak-anak maupun wanita yang jadi korban perkosaan.
Oleh karena itu, saya sangat mendukung langkah Menkominfo, siapapun dia yang berani melakukan hal seperti ini, memblokir situs-situs mesum. Lanjutkan !
|