|
Sehari tanpa nasi? Dicanangkan untuk siapa? Rakyat Indonesia? Memang pemerintah tidak tahu ya kalau banyak rakyat Indonesia yang bukan hanya sehari, tapi sampai berbulan-bulan tidak makan nasi. Makannya singkong kering yang ditumbuk sampai halus, alias tiwul. Kalau cuma sehari sih gak ngaruh dan gak efektif, dan memangnya yakin semua rakyat khususnya yang selalu makan nasi akan menjalankannya? Mending canangkan saja puasa senin-kamis, selain berpahala, juga bisa menghemat pangan, khususnya nasi. Sebenarnya sih tulisan ini saya buat cuma untuk menggelitik pemerintah yang kadang suka ngeluarin kebijakan agak-agak aneh kalau udah kepepet. Misalnya kebijakan membatasi BBM-lah, membatasi jumlah kendaraan khususnya motor, termasuk sehari tanpa nasi. Ini sepertinya kebijakan yang reaktif dan terkesan potong kompas untuk menyelesaikan masalah. Memang negara kita sudah tidak bisa berswasembada beras lagi? Cabut jargon Indonesia negara agraris, karena sudah gak pantas lagi disebut demikian. Indonesia negara kaya, sumber daya alamnya sangatlah banyak, termasuk barang tambang dan minyak bumi, lantas mengapa sekarang krisis BBM? Saya rasa hanya masalah pengelolaan saja yang pemerintah kita tidak pandai menanganinya. Kalau sudah mentok, keluar deh kebijakan potong kompas.
|