 Pemerintah kebakaran jenggot gara-gara cadangan BBM hanya tinggal 31%. Diprediksi jika tidak diambil langkah strategis, maka cadangan BBM akan habis pada November 2010. Masalah BBM memang masalah yang cukup krusial buat sebuah negara. Karena menyangkut roda perekonomiannya. Jadi jangan main-main, bisa-bisa terhambat produktivitas gara-gara BBM.
Lucunya, disaat BBM semakin menipis, para produsen kendaraan malah
berlomba membuat kendaraan yang lebih "boros" BBM. Sebut saja sepeda
motor, sekarang mana ada motor 100cc. Paling kecil juga 110cc, sebentar
lagi mungkin akan beralih ke 115cc untuk mainstreamnya. Apakah
pemerintah melarang/membatasi? Tentu tidak ! Makin gede cc, makin gede
pajaknya. Pemerintah menikmati pajaknya, tapi pemerintah juga yang
kebakaran jenggot, pemerintah koplak !
Solusinya, bukan kakbayu namanya kalau mengkritik tanpa solusi
!. Seperti yang dulu sudah pernah kakbayu tulis, batasi deh tuh cc
motor, maksimal 125cc aja udah cukup. Gede-gede mau kemana sih? Jalan
aja banyak yang berlubang, sekalinya mulus, banyak polisi tidurnya. Ini
Indonesia pak beye. Terus juga, kurangi kendaraan dinas mewah
pejabat, pake mobil Jepang aja yang hemat BBM, jangan pake mobil Eropa.
Ya kalau buat presiden dan wakilnya bolehlah. Menteri-menteri mah mobil
jepang aja. Terus kalau tuh mobil masih bagus, jangan diganti baru,
kasih ke pejabat barunya.
Oh iya, kalau untuk motor diatas 125cc, kenakan pajak yang
tinggi aja atau gak boleh pake premium. Jadi orang mikir-mikir untuk
beli motor yang boros BBM. Tapi jangan memaksa rakyat yang
sudah susah untuk meninggalkan motor dan beralih ke transportasi publik,
karena malah gak produktif, sering terlambat, boros diongkos, belum
lagi banyak rampok dan orang jahat.
Berterimakasih dan hargailah usaha rakyat kecil yang sudah
bersusah payah untuk kredit motor murah demi meningkatkan
produktivitasnya. Soalnya takut di PHK gara-gara sering terlambat kerja
jika naik angkutan publik. Rakyat kita itu pintar pak, mereka
hidup dengan "seleksi alam" yang keras. Mereka mencari jalan termudah
dan termurah, syukurilah pak. Jangan bikin mereka tambah susah lagi
dengan aturan inilah-aturan itulah. Memangnya ada yang lebih ekonomis
dari angkutan motor? Cuma batasin saja tuh para ATPM agar hanya
memasarkan motor-motor untuk angkutan sehari-hari dengan maksimal 125cc
aja.
Wah jadi muter-muter ngomongnya, sama kaya kasus korupsi
pejabat. Oke, itu aja dulu !
|