|
Ditulis Oleh kakbayu
|
|
Senin, 31 Mei 2010 |
|
Sepertinya hubungan kakak dengan bapak sudah tidak akan bisa membaik lagi.
Begitupun dengan adik perempuan kakak, sepertinya sudah mulai terbentuk
sifat penentangannya. Siapa yang salah kalau begini?
Kakak akan
bercerita secara jujur, karena di blog ini memang akan kakak jadikan
blog untuk mencurahkan isi hati. Sedari kecil, kakak dan adik-adik tidak
pernah mendapatkan pendidikan agama dari orang tua. Sifat bapak kakak
yang otoriter, keras dan selalu mau benar sendiri, sedikit demi sedikit
telah mengakumulasi perasaan kecewa, putus asa dan lama-kelamaan menjadi
kebencian anak-anaknya.
Kami manusia, bukan benda mati, meskipun
hati kami telah mati rasa terhadap bapak. Kami jadi tidak peduli lagi,
secepatnya kakak dan adik akan pergi meninggalkannya. Biarlah bapak
hidup tua sebatang kara, toh inipun kakak lakukan karena didukung oleh
keluarga besar.
Lihat saja nanti, ketika adik kakak sudah lulus
dan bisa bekerja, god bye my father ! Hanya kebetulan belaka kakak lahir
melalui dia, apakah kakak meminta pada Tuhan untuk dilahirkan oleh
orang tua semacam ini? Jika seandainya bisa meminta, tentu saja kakak
tidak akan memilih dia menjadi orang tua.
Hidup memang paksaan,
kita dipaksa hidup tanpa banyak pilihan, turun ke bumi dan jalankan
peran kita. Jangan sombong sebagai orang tua yang merasa telah
melahirkan dan membesarkan anaknya. Karena kita semua hanya menjalankan
peran. Dan peran itu suatu saat akan dijalankan oleh anakmu juga. Apa
bedanya?
Mendidik anak yang baik adalah dengan cara kesetaraan,
tidak ada yang merasa hebat, karena kita sama-sama manusia yang
diciptakanNya. Seorang anak memiliki naluri untuk patuh dan taat kepada
orang tuanya. Tapi naluri itu akan hilang jika anak merasa selalu
dilecehkan.
Dan itu sudah mulai terjadi pada kakak...
|