| Tolak Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Bagi Sepeda Motor |
|
| Ditulis Oleh kakbayu | ||||||||||||||||
| Jumat, 28 Mei 2010 | ||||||||||||||||
|
Kebijakan "gila" yang di wacanakan oleh kementrian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) yang merupakan kesepakatan dengan ASOSIASI INDUSTRI
SEPEDA MOTOR INDONESIA benar-benar gak berpihak pada rakyat kecil.
Pembatasan penggunaan premium bersubsidi dan digantikan dengan pertamax
yang harganya cukup mahal. Saya yang hanya guru SD honorer,
berjuang untuk memiliki motor agar dapat mendukung tugas saya, ya
ngajar, ya belajar. Dengan cara kredit, akhirnya bisa punya motor 100cc. Intinya orang-orang model seperti saya, yang sangat banyak di Indonesia ini, bukanlah orang-orang yang sekedar mau gaya-gayaan memiliki sepeda motor, namun menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting. Anda pejabat, anda bermobil, dan BBM anda dibiayai oleh negara, mana bisa anda merasakan susahnya hidup wong cilik di negara ini. Pakai otak dikit donk ! Buatlah kebijakan yang lebih merakyat. Apa sih borosnya sebuah sepeda motor, apalagi yang cuma 100cc. Anda mau rakyat anda jadi apa dibuat susah terus? Masih lebih masuk akal jika kebijakan ini diberlakukan kepada motor yang diatas 125cc. Karena motor 125cc kebawah adalah motor wong cilik, motor rakyat. Dan lagi motor dengan cc besar kebanyakan memang menggunakan pertamax. Selain itu rakyat juga bayar pajak motor, makanya pajak jangan di korup. Basmi koruptor, ambil hartanya buat negara/rakyat. Ini mah koruptor disayang, rakyat ditendang. Kalau saya sarankan buat pemerintah yang terdiri dari orang-orang "pinter": 1. Batasi cc motor di Indonesia. Sekarang ini saya lihat semua produsen motor berlomba-lomba memproduksi motor yang semakin besar cc nya. Bahkan motor yang 100cc sudah tidak diproduksi lagi. Padahal motor makin banyak, BBM makin tipis, jalan makin padat. Logikanya motor besar semakin tidak efektif dan tidak efisien. Sangat bertolak belakang sekali dengan semangat para mahasiswa terpelajar yang membuat mobil sekecil dan sehemat mungkin BBM. 2. Hanya diberlakukan pada motor diatas 125cc atau mobil diatas 2000cc yang menggunakan BBM tidak bersubsidi atau pertamax. Ini tidak terlalu merugikan menurut saya, karena memang biasanya kendaraan dengan cc besar dan kompresi tinggi memang menggunakan pertamax. Sedangkan kendaraan seperti punya saya, dikasih pertamax apa untungnya? Ya, saya rasa ini saran yang biasa aja, maklum saya bukan orang pintar seperti bapak-bapak di pemerintahan.
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||
| Berikutnya > |
|---|

















