|
Beda menpora dulu dengan menpora sekarang. menpora sebelumnya,
Adyaksa Dault, ketika menjabat, seluruh waktunya digunakan untuk
mengabdi pada dunia olahraga di Indonesia. Beliau tidak terlihat seperti
orang partai, meskipun beliau di usung oleh PKS. Terlihat seperti dari
kalangan profesional.
Sedangkan yang sekarang, bung Andi
Malarangeng, setelah jadi menpora kok ya malah sibuk dengan partainya.
Kok lebih memilih jadi ketua partai ketimbang mengabdi pada bangsa dan
negara sebagai menteri negara pemuda dan olahraga, mengabdi untuk
memajukan olahraga di Indonesia.
Disaat atlet kita sedang
berjuang merebut piala Thomas & Uber, bung Andi juga sedang berjuang
menggalang dukungan untuk menjadi ketua umum partai Demokrat. Sama-sama
berjuang, tapi beda tujuan.
Kak juga pernah mendengar, kalau
tidak salah, jika seandainya terpilih menjadi ketua partai, bung Andi
bersedia mundur dari jabatan menteri dengan seizin presiden. Waduh,
kalau memang bung Andi lebih memilih ketua partai, kenapa dijadikan
menteri. Memang tidak diproyeksikan sebelumnya di internal partai, kalau
bung Andi maunya jadi ketua, pak Anas yang jadi menteri. Kalau bung
Andi sudah jadi menteri, biarkan pak Anas yang jadi ketua partai. Jadi
jangan sampai mundur ditengah jalan.
Sebagai rakyat dan juga
blogger, kak hanya sekedar menulis aja. Tentunya, anda-anda para
politikus yang lebih mengerti tentang arti dan prestise sebuah jabatan.
Mungkin kalau ketua partai bisa melompat jadi RI-1 di pemilu 2014, jadi
lebih di perebutkan ketimbang jabatan menteri yang notabene hanya
pembantu presiden.
So, rakyat yang akan menilainya.
|