|
Ditulis Oleh kakbayu
|
|
Selasa, 11 Mei 2010 |
Entah mengapa, kak melihat penunjukan Sri Mulyani sebagai Direktur
Pelaksana Bank Dunia tidaklah menjadi istimewa. Mengingat saat ini Sri
Mulyani masih memiliki persoalan dengan sebagian rakyat Indonesia (DPR).
Membaca
di detik.com, Kwik Gian Gie pun mengatakan bahwa penunjukan ini sebagai
bentuk intervensi asing. Ingat gak, ketika marak demo Century, para
demonstran mengatakan Budiono dan Sri Mulyani adalah antek kapitalisme.
Mereka adalah "kader-kader" kapitalisme dan neo liberalisme yang ada di
Indonesia.
Kak melihatnya begini, disaat Sri Mulyani sedang
berada dalam situasi "kritis" karena kasus bailout bank Century,
akhirnya dilakukan "operasi evakuasi" oleh "teman-temannya" dengan
menunjuknya sebagai pejabat Bank Dunia yang bertugas di Amerika,
dedengkot negara kapitalis dan neo lib. Sepertinya operasi ini akan
sukses menyelamatkan Sri Mulyani.
Lalu bagaimana dengan Budiono?
Saat ini mungkin mereka menganggap Budiono masih aman dengan berlindung
dibalik jabatan wapres nya, sehingga belum perlu dilakukan operasi
evakuasi (kaya perang aja).
|