|
Si Fartan mau ganti URL, gayanya dia ngerti URL. Okelah, yang penting
dia dan alis tebalnya sudah memiliki kemauan untuk mulai belajar
ngeblog.
Sebagai calon guru dan seorang blogger keren, kak selalu
mengajak murid-murid kak untuk memiliki blog ketimbang hanya akun
jejaring sosial. Tapi rata-rata mereka bilang males nulisnya. Aduh
duh... Ini toh masalahnya.
Malas nulis mengindikasikan malas
baca, katanya gitu sih. Malas baca mengindikasikan banyak makan (mulai
aneh), banyak makan mengindikasikan banyak tidur. Oh ini rupanya masalah
intinya, sebuah lingkaran syaiton yang membuat orang males ngeblog.
Padahal kalau udah tahu enaknya ngeblog, bisa jadi bloggaholic atau
bloggaddict, dan yang paling parah goblog. Haha, ya iyalah, ngeblog mulu
gak belajar-belajar. Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik,
begitulah bunyinya.
Jadi idealnya harus imbang, ya mbaca, ya
nulis. Kalau sekedar mbaca doang, jadi gak kreatif, gak bisa menuangkan
ide. Tapi kalau sekedar nulis gak pernah baca, kosong, kurang inspirasi
dan ide. Nah kalau mbaca + nulis, ini yang bagus, ikatlah ilmu dengan
menuliskannya ! Kalau enggak dua-duanya, ini yang dodol.
Kembali ke pokok masalah (sebenarnya pokok
masalahnya apa ya?), untuk menjadi blogger gak sesulit menjadi h4ck3r. Kak sendiri sudah menyiapkan nama hacker buat kak, kali aja mau alih profesi jadi hacker, yaitu k4kb4yu, keren
kan?! (aneh, gampang ketangkep polisi cyber crime-admin). Blogger bisa menulis
apa saja, termasuk yang remeh temeh sekalipun. Isi tulisanpun gak harus
100% benar, karena sesuai dengan tingkat pengetahuan bloggernya. Dan
justru sebuah tulisan yang kebenarannya tidak sampai 100% malah akan
memancing komentar pengunjung. Disinilah terjadi interaksi. Tapi ingat,
jangan sampai kita sengaja untuk mengaburkan kebenaran hanya karena
ingin memanen komentar.
Hakikatnya, seorang blogger berbicara
kepada semua orang, jadi wajarkan kalau kita bicara ada kesalahan, dan
ada pengingat juga dari pengunjung.
Jadi, jangan menunggu untuk
menjadi penulis sempurna dulu baru mau jadi blogger. Tapi jadi blogger
dulu, barulah jadi penulis sempurna.
|