| Data, sesuatu yang sangat mahal ! |
|
| Ditulis Oleh kakbayu | |||||||
| Selasa, 06 April 2010 | |||||||
|
Setiap orang yang akrab maupun tidak akrab dengan komputer pasti mengenal apa yang namanya data. Data berasal dari kata datum yang artinya fakta mentah, data sendiri adalah bentuk jamak dari datum. Jadi kurang lebih data artinya fakta-fakta menta. Dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), kita diajarkan bahwa data diolah oleh sistem manusia-mesin untuk menjadi bentuk yang lebih berharga dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, atau sering disebut dengan informasi. Dan keputusan itu sendiri adalah suatu hal penting yang harus diambil oleh orang atau sekelompok orang untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan baik sekarang maupun yang akan datang.
Sebuah laptop seharga 20 juta dicuri, yang setelah di telaah isinya oleh pencuri tersebut ternyata memiliki data (tepatnya informasi, karena sudah diolah) yang sangat penting. Jika pencuri itu mengetahui betapa pentingnya data tersebut bagi “si empunya” data, maka bisa saja data tersebut menjadi lebih mahal dari harga laptopnya. Pencuri akan menghubungi si pemilik data, dan mengatakan minta tebusan Rp. 100 juta untuk data yang ada didalamnya, yang isinya mungkin sebuah rancang bangun gedung bertingkat 100 dengan nilai order sampai ratusan milyar rupiah atau bahkan lebih. Karena unik, maka data itu tidak bisa kita beli di toko, sedangkan laptop dapat kita beli lagi. Teman saya yang seorang guru juga menjadi lemas ketika kompi-nya gagal booting dan ada data penting berada didalam harddisk bersemayam dengan tenangnya. Dia khawatir harddisknya yang rusak, dan dia harus mencari kemana data itu?. Istilah kasarnya mendingan komputernya “meledug” tapi harddisknya selamat beserta datanya. Karena komputer bisa dicari. Kesimpulannya semakin unik maka semakin mahal nilai dari data. Pernah juga ketika saya sedang membawa scanner saya ke UMAX karena adaptornya rusak, ada seorang yang sepertinya orang cukup tinggi jabatannya dikantornya. Dia marah-marah kepada CSO dan tekhnisi UMAX. Pasalnya UFD (USB Flash Disk) yang relatif baru dibeli dan berisi data penting perusahaanya tidak dapat dibaca oleh komputer. Dia minta pertanggung jawaban dari UMAX, agar datanya bisa diselamatkan. Bahkan ketika UMAX menawarkan untuk menggantinya dengan UFD baru, dia mengatakan yang intinya 100 UFD bisa dia beli, dia hanya minta data dikembalikan. Harga data lagi-lagi menang dibanding harga sebuah hardaware. Saya sendiri ketika itu hanya memperhatikan saja, saya berpendapat tidak bisa menyalahkan UMAX begitu saja, toh UMAX juga sudah mau bertanggung jawab sesuai kewajiban garansinya. Justru orang itu yang salah, mengapa ia percaya dengan hanya satu media penyimpanan? Bagi orang yang memiliki pemahaman tentang database, pasti diajarkan untuk tidak mempercayai sebuah media penyimpanan secanggih apapun itu. Karena media penyimpanan hanyalah sebuah benda yang tentu saja ada umurnya (bisa rusak). Setiap sistem operasi pasti menyediakan cara backup, sebuah software DBMS juga dilengkapi dengan proteksi perlindungan data beserta backupnya juga, artinya memang tidak memungkinkan menyimpan data dengan aman di satu tempat. Minimal kita menyimpan data dalam dua tempat yang berbeda, misal satu di flashdisk dan lainnya di komputer. Pada sebuah komputer server yang biasa menangani data dalam jumlah besar, diterapkan tekhnik RAID yang tentunya perlu dana lebih untuk menerapkannya. Tapi semua itu dilakukan karena data menjadi sangat mahal apabila memiliki arti bagi seseorang. Seorang penulis yang memposting karya tulisnya disebuah blog, tiba-tiba blog-nya terkena hacker dan datanyapun ikut hilang serta servernya perlu diinstall ulang lagi. Aduh…. gimana rasanya ya? Atau seorang yang hosting disebuah webhost, ia sudah merancang websitenya, mengupload data dan gambar-gambar pendukung yang demikian banyaknya. Dikarenakan suatu hal, webhost-nya error dan tidak sempat menyelamatkan data dari klien-nya. Sudah pasti tersebar dengan sangat cepat di forum-forum diskusi online tentang penyedia layanan webhost yang tidak aman dan tidak memanajemen backup data klien-nya. Ini pernah terjadi pada Apenta, dimana menurut Apenta mereka terkena hacker dan banyak data pelanggannya yang tidak bisa di restore. Tersebarlah peristiwa tersebut di forum online. Oleh karena itu, jangan pernah bermain-main dengan data, apalagi kalau kita bekerja dengan data orang lain, bisa berabe urusannya. Lakukan backup secara kontinyu dan berkesinambungan. Kalau perlu setiap ada perubahan data, segera update backup-nya. Ini pelajaran bagi kita semua yang sering berurusan dengan data, termasuk saya.
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















