|
Memiliki alamat email sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah, bahkan mengaksesnya dengan menggunakan perangkat mobile pun sudah menjadi kebiasaan sebagian orang yang selalu berurusan dengan surat elektronik tersebut. Email merupakan sarana komunikasi yang bisa dikatakan cukup murah dan sangat cepat. Dikatakan murah karena untuk membuat sebuah akun email, tidaklah dikenakan biaya satu rupiahpun. Paling-paling hanya biaya koneksi yang sudah menjadi sangat murah dengan menjamurnya warnet-warnet disekitar kita. Kalaupun kita mengaksesnya dengan menggunakan perangakat mobile, layanan operator CDMA pun memberikan tarif yang cukup murah kalau hanya untuk sekedar membaca email yang masuk setiap harinya. Sedangkan cepat, karena email bersifat realtime, artinya, ketika kita mengirimkan email kepada seseorang, maka kurang dari hitungan menitpun email kita sudah bisa diterima oleh orang yang kita tuju dimanapun dia berada.
Website dan email
Kalau boleh diibaratkan, email adalah
kotak surat yang berada didepan rumah kita, sedangkan website adalah
rumah kita sendiri yang bisa dikunjungi oleh orang-orang untuk sekedar
melihat interior-interior yang terdapat didalamnya, ataupun untuk
mengenal siapa pemilik yang menghuninya selain bisa juga dijadikan
sebagai sebuah tempat untuk menjajakan barang dagangan kita (sebagai
warung atau toko).
Membuat website susah?
Anggapan
kebanyakan orang adalah bahwa membuat website itu sangatlah susah,
apalagi bagi yang tidak mengenal sederet bahasa pemrograman internet
& databasenya seperti ASP, PHP, Java, CSS, Ms. SQL, MySQL Perl,
Phyton dan lain-lainnya. Mendengarnya saja mungkin sudah membuat bulu
kuduk kita merinding. But, jauhkan semua pemikiran tersebut. Pengalaman
pribadi saya ketika berpikir untuk membuat website (bukan untuk jadi
ajang cari popularitas, tapi lebih kepada bentuk pengekspresian diri),
dimana dalam waktu 6 bulan saya membeli berbagai macam buku pemrograman
internet, dari PHP, ASP, CSS, MySQL, webserver, dan sebagainya untuk
bekal memuat website pribadi saya. Setiap hari, minimal 2 buku selalu
menemani saya kemanapun saya pergi.
Hampir 6 bulan lamanya
setelah saya hosting, website saya belum online-online, hampir frustasi
juga neeh ! Sampai akhirnya saya berkenalan secara tidak sengaja dengan
yang namanya CMS (Content Management System) yang kebetulan saat itu
Joomla-lah yang pertama kali saya kenal dan pelajari dari berbagai
sumber, baik buku maupun internet.
Tanpa disengaja pula saya baru
paham bahwa di tempat saya hosting ada fasilitas Fantastico, yaitu
fasilitas untuk menginstall skrip-skrip CMS. Abrakadabra...!!! dalam
hitungan menit saja website yang canggih dan profesional serta serba
otomatis telah lahir dengan "selamat". Selanjutnya, dengan bekal
pemrograman internet saya yang amat sangat terbatas, mulailah saya
melakukan modifikasi terhadap website instant saya tadi.
Dengan
meminjam istilah pada buku terbitan Jasakom (saya mengoleksi buku dari
Jasakom, habis keren-keren dan cool-cool seech, bukan begitu mas S'to?)
yang berjudul "Joomla Website Magic, Dengan Joomla! bikin Website
semudah memasak mie instan !", akhirnya sambil makan mie instan, saya
hanya tinggal memasukan konten-konten kedalam website saya tersebut
tanpa harus tahu bagaimana website saya bekerja. Nda dosa toh !,
sekarang juga banyak orang yang memakai komputer, tapi dia tidak tahu
sedikitpun bagaimana komputer bekerja, kok listrik bisa jadi gambar ya ?
Perkara
pendapat sebagian komunitas internet yang mengatakan bahwa membuat
website sendiri itu lebih nikmat karena sesuai dengan keinginan kita,
itu tidak masalah. Tergantung tujuan kita membuat website-nya. Kalau
seperti saya yang membuat website sebagai sarana untuk berkomunikasi
dengan murid-murid, dengan teman-teman, untuk mempublikasikan
tulisan-tulisan ringan, untuk menyampaikan unek-unek atau bahasa
kerennya aspirasi, pakai CMS pun no problema laaah !
Lain halnya
jika kita membuat website untuk mempromosikan jasa kita sebagai seorang
webmaster, kayaknya kudu bikin sendiri, soalnyakan websitenya itu yang
dijual !. Tapi, kalaupun pakai CMS juga nggak apa-apa, siapa tahu
nantinya akan banyak lahan pekerjaan membuat website untuk perusahaan
yang bisa dilakukan dengan menggunakan CMS. Tinggal kita bantu
hostingnya, kemudian install CMS-nya, konfigurasi dan modifikasi sedikit
untuk menyesuaikan dengan kebutuhan klien kita, bukankah kemudahan yang
didapat.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu
dikembangakan untuk memberikan kemudahan. Dan orang yang cerdas adalah
orang yang mampu mengambil kemudahan dari ilmu pengetahuan dan
teknologi. So, pake CMS adalah solusi cerdas !!!
|