|
Standar harus sesuai kemampuan |
|
|
Ditulis Oleh Monitor Depok dotcom
|
|
Sabtu, 19 April 2008 |
|
BEJI, MONDE: Meski SKL (Standar Kompetensi Lulusan) untuk UAS BN SD diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, bukan berarti Disdik Depok lepas tangan begitu saja. Pemantauan mengenai standar nilai yang ditentukan oleh sekolah terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemetaan dan mengetahui sejauh mana kualitas sekolah yang ada. “Kita terus melakukan pemantauan. Jangan sampai sekolah menerapkan SKL yang tidak sesuai. Misalnya dengan membuat nilai minimal yang terlampau tinggi, padahal kemampuan siswanya belum mencapai sejauh itu.” jelas Kasi Kurikulum Dikdas Disdik Depok, M. Nurdin kemarin
Data yang dikirim pihak sekolah ini, selain untuk melakukan pemantauan juga akan dipergunakan untuk data pembanding pada tahun-tahun berikutnya. Dimana sekolah terus dituntut untuk menaikkan standar lulusannya dari tahun ke tahun. “UAS BN baru tahun ini dilaksanakan. Memang tahap pertama kriteria kelulusan ditentukan sekolah, namun arahnya nanti akan ditentukan oleh pusat, seperti yang sekarang ini diberlakukan untuk UN SMA” imbuh dia. Kriteria siswa dinyatakan lulus SD, menurut M. Nurdin, ada tiga komponen. Dimana harus lulus UASBN, lulus US (Ujian Sekolah) dan telah mengikuti semua program dari kelas 1 hingga kelas 6. “Intinya sekolah harus membuat kriteria itu sesuai dengan kemampuan.Jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah. Jika tahun depan jadi ditetapkan SKL itu akan ditentukan BSNP, mulai sekarang sekolah harus bersiap” tandasnya. Sosialisasi terakhir soal UAS BN telah lakukan pekan lalu. Yang meliputi cara membuat kriteria kelulusan itu. Disdik juga meminta sekolah untuk secepat mungkin mengirimkan hasil rancangan kriteria tersebut. Agar bisa secepatnya dicek.(m-11) http://www.monitordepok.com/pdf/depokrasi/19381.html
|