|
Tentunya pengunjung tau kan, gimana rasanya kalau kita mengetahui bahwa di diri kita ada kelainan, padahal selama ini kita merasa udah ngeksis dan gak ngalay-ngalay dari lahir. Sedih, malu, hilang keceriaan atau mungkin malah bisa bunuh diri.
Itu yang terjadi pada kak. Selama ini, kak berusaha untuk menutupinya, tapi di superblog ini, kak ingin bagi khusus untuk pengunjung setia kak. Hkz... we !
Pagi itu, dimana kak mulai sadar kalau kak ternyata memiliki kelainan sikap terhadap anak kecil, apalagi kalau anak kecil itu sedang bersama orang tuanya. Dimulai saat mentari menyinari bumi. Kak berangkat keluar rumah untuk beraktifitas.
Waduh, ada tetangga, lagi gendong anak, usianya anaknya mungkin baru 9 bulanan kali ya?!. Melihat ada tetangga, kak senyum dan menyapanya. Tetangga yang ramah, menyapa kak juga, dan menyodorkan anaknya ke muka kak.
"Tuh kakak tuh.... !" kata bapak si anak itu sambil menunjukan ke anaknya.
Tuh anak ngeliatin kak, dengan mukanya yang bulat muuuun dan polos. Disinilah kak baru tahu kalau kak punya kelainan.
Kak diam seribu bahasa, dalam hati berpikir harus gimana?! Balasnya gimana, semua seolah menjadi hening,,,, kak harus tanya apa? Udah mam? Bobo jam berapa? Udah pernah baca buku Kalkulus? atau,,,, bingung ! Mungkin muka kak ketika itu jadi lebih polos dan muuun dibanding anak bayi itu.
Begitu selesai, kak bilang "Udah pak?!" hehe, rasanya lama banget waktu berlalu....
|