|
Ditulis Oleh Ebiet G. Ade
|
|
Senin, 15 Maret 2010 |
|
Berjalan diam-diam ternyata banyak makna setiap sudut dapat aku lihat
Semua yang tersembunyi serta merta ku buka kotor berdebu kumuh dan kusam seperti apa adanya
Angin menampar-nampar membuat ku terperangah aku terhenti di kaki bukit
Ranting kering kerontang patah berderak-derak sejuta aral sakit dan lapar
Menari-nari dimataku bernyanyi-nyanyi di jiwaku
Gemuruh tanah runtuh menimpa kepala seiring jerit pilu menyayat gemuruh ku mendoa gerimis air mata simpati hanya lewat jendela
Terlampau jauh untuk diraih bunga-bunga karang merenda buih air pecahkan gelombang
Mereka coba merangkak menggapai mata air kita tak melihat
Mari kita bersama-sama berkaca lihat luka bernanah di wajah kita berjalan diam-diam ternyata lebih bermakna semuanya berbicara sejujurnya By : Ebiet G. Ade
|