| Situ Rawa Besar Lio Pancoran Mas |
|
| Ditulis Oleh kakbayu's team | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kamis, 04 Maret 2010 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pagi itu, mentari baru beranjak beberapa derajat dari ufuk. Air yang tadinya hitam gelap mulai berwarna seiring dengan semburat sinar mentari yang menerobos diselah-selah tumbuhan air yang ada diatasnya. Bagai cermin besar,
air memantulkan wajah langit yang mulai cerah. Aktifitas pendudukpun
dimulai. Para pengais rizky disekitar situ Situ Rawa Besar Kampung Lio
Kota Depok Jawa Barat memulai kegiatanannya. Dari sekedar memancing
ikan di tepian sampai menarik perahu penyebrangan untuk mengantar orang
yang akan menyebrangi situ dengan lebih cepat. Situ yang cukup besar ini merupakan daerah yang menampung cukup banyak air, sayangnya situ ini tidak dimaksimalkan penggunaannya oleh pemerintah setempat. Tidak seperti situ Babakan yang juga berada di pinggiran kota Jakarta, dimana pada situ tersebut dijadikan tempat rekreasi dan cagar budaya Betawi.
Situ Rawa Besar Kampung Lio Pancoran Mas ini juga mengalami penurunan luas, dari 35 ha sekarang hanya tinggal sekitar 13 ha. Sangat disayangkan sekali, karena manfaat situ sangatlah banyak, selain sebagai warisan yang patut dibanggakan, situ dapat dijadikan sarana rekreasi, daerah resapan air dan penyanggah banjir ibu kota.
Andai saja pemerintah lebih memaksimalkannya, tentu manfaat yang akan diperoleh juga semakin maksimal.
Mentari semakin redup, warna air perlahan kembali menghitam, memantulkan warna langit yang menaunginya. Hening,,, tenang,,, setenang tidur para pengais rizki yang puas mendulang dari dalamnya...
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya |
|---|























