|
Hidup kalau terlalu dipikirkan malah tidak hidup. Tapi siapa yang sebenarnya mau hidup? Apakah kita pernah memesan kepadaNya bahwa kita mau hidup di sepenggal jaman ini? Kalau seandainya ia, mungkin ku memilih terlahir 1 hari sebelum kiamat terjadi.
Hidup, mau tidak mau harus dijalani. Naik-turun, melayang-tenggelam, itu adalah hidup. Ada sebuah joke yang sering kita dengar tentang perjalanan hidup. Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga. Itu hidup yang terlalu sempurna bagi kita dan kayaknya nyaris mustahil. The ordinary life :Tukul mode on: adalah hidup seperti kita-kita ini. Melalui bukit yang tinggi dan mulia dan terjerembab kedalam lembah yang gelap dan hina, begitu siklus hidup manusia. Yang terpenting akhirnya, meskipun kita hina dina di dunia, namun diakhir hayat kita sempat kembali, maka baiklah kita. Sebaliknya, meskipun kita mulia, tapi pada akhirnya kita jauh, buruklah kita. Allah soreku ini atas fitrah islam atas agama nabi Mu Muhammad dan atas milah nabi Ibrahim yang hanif yaa Allah selamatkanlah akhir ku.... Semoga... 
|