| Berbagi |
|
| Ditulis Oleh kakbayu | |||||||
| Minggu, 22 Maret 2009 | |||||||
|
Suatu pagi, datang ke rumah saya seorang bapak-bapak. Ia rupanya mempunyai hajat dengan kami. Ia memperkenalkan diri, bahwa ia seorang penarik odong-odong (mainan anak-anak seperti kuda-kudaan yang bergoyang-goyang). Waktu itu, mama saya yang menemuinya. Rupanya ia pagi itu tidak mempunyai beras untuk anak dan istrinya dirumah. Sedangkan ia belum dapat uang, karena pagi itu ia baru akan pergi menarik odong-odongnya. Akhirnya bapak itu datang kerumah saya dan menjelaskan maksud kedatangannya kepada mama saya. Bapak itu berniat meminjam beras dan akan dikembalikan pada sore harinya. Bapak itu mengatakan bahwa ia tidak kenal dengan mama saya, demikian juga sebaliknya, mama saya juga tidak mengenalnya. Namun karena keterpaksaan, maka ia memberanikan diri untuk meminjam beras pada keluarga saya yang sama sekali tidak dikenalnya. Meski dirumah saya pun hanya ada beras 1,5 liter, tapi Alhamdulillah mama saya membagi dua beras itu dan memberikan kepada bapak tadi. "Nanti sore bu, saya akan ganti..." kata bapak tadi, namun mama saya meyakinkan bahwa beras itu diberikan cuma-cuma, bukan dipinjamkan. Entah mengapa orang itu datangnya kerumah saya. Padahal banyak tetangga yang lebih mampu dan lebih kaya dari keluarga saya, yang rumahnya lebih mentereng. Meski saya menyadari bahwa semua ini Allah SWT lah yang mengaturnya. Tapi tentu ada sebab akibatnya. Mama saya sendiri mengatakan "mungkin karena di depan rumah, mama menempelkan stiker PKS (Partai Keadilan Sejahtera), jadi orang itu memilih untuk datang ke rumah kita." Wallahu'alam, tetapi jika memang benar demikian, syukurlah
![]()
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















