| Gara-gara operator selular ! |
|
| Ditulis Oleh kakbayu | |||||||
| Rabu, 16 April 2008 | |||||||
|
Sore tadi, sekitar jam 17.30, seorang murid saya yang biasa dipanggil Dinda mengirimkan SMS kepada saya. Kak 9i ap? Dinda lagi bete neh !.T Tapi, sayang seribu sayang tuh SMS kagak langsung nyampe ke handphone ku. Eh tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke handphone ku, yang isinya kurang lebih begini : kakak bikin aku bete tambah bete, UDAH GAK USAH DIBALAS ! kurang lebihnya begitu, soalnya udah lupa redaksi lengkapnya dan tuh SMS sudah saya hapus. Merasa tidak bersalah, saya balas kirim SMS,
Maaf, SMS Curhat kakbayu telah ditutup ! Kalau mau curhat, kirm aja via email ke : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau klik www.kakbayu.web.id Terima kasih atas kepercayaannya selama ini ! Eh, si Dinda marah-marah, katanya saya yang selama ini merupakan tempat curhatnya kok malah menutup SMS curhat. Memang, selama ini saya sering melayani konsultasi murid-murid saya, baik mengenai permasalahan belajar, keluarga, sampai permasalahan pribadi mereka yang berkaitan dengan masa pubertas. Setiap bulan, saya selalu ngisi pulsa Rp. 150.000 s/d Rp. 200.000. Emang boros sih, karena kalo lagi curhat bisa berpuluh-puluh SMS dan kadang menangani 2 atau lebih sekaligus, kadang juga sampai tengah malam. Tapi sebagai guru SIAGA, ya... itu pengorbanan saya yang saya berikan buat murid-murid saya. 24 jam konsultasi/curhat gratis via SMS. Gimana hebat gak? <krik...krik...krik...> "Hei, siapa yang bawa jangkrik ?" "Oh kamu si Mantovani, ...""Bisa diem gak kamu?, pake minta royalti segala..., tulisan baru satu dah minta royalti !, dengerin saya mau cerita ! Sirik kamu sama orang sukses !" Saya menutup SMS curhat karena tahu-tahu dibilang bikin bete tanpa asbabun alias sebab yang jelas. Ternyata, setelah terjadi silat jempol alias perang SMS dengan Dinda, eh nongol tuh SMS biang keladi permasalahan ini. Kak 9i ap? Dinda lagi bete neh !. Oh, ternyata saya baru sadar dan memahami masalah ini dengan utuh. Rupanya dia bete dan ngirim SMS untuk membuka komunikasi. Biasanya saya selalu menyambutnya dengan penuh perhatian dan kebijaksanaan sebagai pria yang berpikiran dewasa dan berwawasan kasih sayang serta penuh perhatian <apa coba !> Tapi, karena yang nyampe duluan SMS yang kedua yang isinya dia kecewa dengan saya (tanpa sebab-webmaster), saya jadi nanggapinya salah. Saya walau sebagai guru, ya minta maaf juga, saya bisa memahami permasalahan mereka, khususnya Dinda. Menjelang UASBN yang hari-harinya dipenuhi try-out, les hampir tiap hari, tentunya kondisi seperti ini perlu diperhatikan oleh orang dewasa. Kita harus terus mendampingi anak-anak ketika mereka sedang dalam "masalah", ya minimal jadi teman curhatnya walau hanya via SMS. Karena, anak-anak akan mencari orang yang bisa diajak bicara dan mau mendengarkan pembicaraanya. Orang itu tidak harus orang tuanya, apalagi kadang banyak orang tua yang selalu meremehkan apa yang dikatakan anak. Dinda, maafin kakak ya !
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















