| Jogja I am Pusink ! |
|
| Ditulis Oleh kakbayu | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Senin, 05 Januari 2009 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Masih dari Jogjakarta, tepatnya di warnet COZYCOM user 7 , saya melaporkan perjalanan saya di kota senyum 20 detik ini (kata Joko Subandi). Baru aja kembali dari Parang Teritis, langsung posting lagi aja yee ! Oh ya, semalam saya coba mencari lotion anti nyamum, sekitar jam 22.00, ternyata sulit juga nyari warung yang menjualnya. Kebanyakan disini adalah warung makanan atau minuman, yang tuntu saja tidak menjual lotion anti nyamuk. Akhirnya setelah berjalan cukup jauh seorang diri di kota yang cukup asing bagi saya, dapat juga deh lotion anti nyamuknya. Lumayan, tidur bisa nyenyak, sebab kamar hotel yang saya tempati tidak ber AC, jadi ada ventilasi udara yang bisa dimasuki nyamuk. Tadi malam sempat juga makan "sekuteng Jogja", atau yang lebih dikenal dengan sebutan ronde. Isinya air jahe, kacang, kolang kaling, dan ada sesuatu seperti bakso yang terbuat dari tepung dan rasanya agak seperti kacang. Dan rasanya enak juga sih untuk menghangatkan badan di malam yang dingin. Mau cerita dikit tentang warnet di Jogja, rata-rata warnet yang saya lihat cukup bagus, dilengkapi sekat yang cukup tertutup. Jadi kalau ada user yang berotak kriminil similikiti <TUKUL_MODE_ON>, bisa tuh buat ngakses konten porno. Nah, acara hari ini diawali dengan sarapan jam 06.00, lalu jam 07.00 saya dan rombongan mengunjungi pusat batik, pasar Beringharjo. Ada yang unik dari para pedagang disini. Pertama, ketika kita menawar barang, dan mereka tidak ingin memberikannya, mereka mengatakn "belum boleh pak !". Cukup menarik, karena biasanya pedagang ada yang suka sedikit berbohong. Misalnya mengatakan "harga segini aja saya belum dapat untung, ini untuk balik modal aja !", padahal mana mungkin pedagang mau rugi. Ada lah untungnya meskipun sedikit. Tapi, pedagang di Jogja, ketika dagangannya laku terjual, mereka mengibas-ngibas (mengepret-ngepret - bahasa Betawinya) dagangannya dengan uang, sambil bilang "laris manis..!". Hampir semuanya begitu yang saya jumpai. Setelah dari pasar Bering Harjo, kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Jogjajkarta. Sempat kaget juga sih, dengar dari seorang guide katanya abdi dalem keraton hanya digaji Rp. 7.500 perbulan. Bener ngga sih? Kok begitu ya? Padahal tukang becak saja dapat honor. Makanya harga becak di Jogja murah banget. Rp. 5.000 bisa muter-muter. Kalau di depok, becak mahal banget, bisa Rp. 10.000 keatas. Selain itu, di Jogja tidak saya temukan pedagang asongan yang berjualan rokok, seperti yang saya sering temui di tempat saya. Pengendara motorpun jarang yang menggunakan helmed cetok, kebanyakan menggunakan helmed half-face. Tapi ada yang sama antara Jogja dengan kota tempat saya tinggal, sama-sama panas kalau siang hari . Dulu saya kira Jogja adem. Tahunya panas juga. Jadi sempat sakit kepala, pusing. Untung tadi langsung minum Saridon di Keraton.Tapi, saya tetap senang juga kota Jogja, walaupun kalau di suruh milih, mendingan tinggal di Depok Jawa Barat. Meskipun di Depok nggak ada candi Prambanan, tapi Depok adalah kota ku tercinta, yang sering macet, panas dan banyak mall nya. Itu gaya hidup orang kota loh ! kakbayu - langsung dari Jogjakarta
kakbayu.web.id
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

. Dulu saya kira Jogja adem. Tahunya panas juga. Jadi sempat sakit kepala, pusing. Untung tadi langsung minum Saridon di Keraton.














