Sunday, 20 May 2012
syariah.biz
Menu Online
Kakbayu's Blog :D
Katagori Lainnya
Bintang Prestasi
Tempat Makan
Landmark
Baris-baris Kata
Cerita Pendek
Kontributor
Iklan
Menu List
Kakbayu's Blog :D
Real
Imajiner
Pariwara
Bisnis Pulsa + Sedekah
Terbaru disini...
Terpopuler disini...
Kakbayu's Blog :D
| Laman Favorit | Buku Tamu (Do Follow) | Menghubungi Kakbayu | Tentang Kakbayu | Twitter feed @kakbayu |
iklaniklan

Sulitnya mencairkan tunjangan fungsional guru non PNS E-mail
Ditulis Oleh Kakbayu   
Jumat, 09 Desember 2011
image by edukasi.kompas.comMungkin, guru non PNS kota Depok yang paling sial adalah saya. Karena sudah 2 tahun namanya ada dalam daftar penerima tunjangan fungsional guru non PNS, tepatnya tahun 2010 dan 2011, namun kedua-duanya gagal untuk dicairkan (kecuali 2009 yang cair dengan tepat waktu).

Pada 2010, kesalahan terjadi di Dinas Pendidikan kota Depok dalam merekap data saya. Nama bank saya ditulis BTN, padahal sewaktu saya ajukan, bukan BTN, tapi Muamalat. Gagal cair, sudah diurus 3 kali, sampai Desember 2011 belum cair juga. Kisah lengkapnya bisa dibaca disini

Selengkapnya...
 
PNS atau Guru? E-mail
Ditulis Oleh Kakbayu   
Selasa, 23 Agustus 2011
image by dooglePNS atau Guru? Ini adalah pertanyaan yang agak sulit untuk saya jawab. Namun yang pasti, saya tetap ingin menjadi guru meskipun tidak harus diangkat menjadi PNS. Saya sudah mencintai pekerjaan ini, saya sudah siapkan semuanya untuk menjad guru yang lebih profesional, mulai dari buku-buku teoritis, filsafat dan praktis dari mata pelajaran yang saya ajarkan sampai menyiapkan dana pensiun sendiri agar sebagai pensiunan guru saya bisa hidup lebih baik secara mandiri. Meskipun saya tidak diangkat menjadi PNS, asal ada jaminan saya tetap mengajar sampai tua, saya mau-mau saja.

Atau jikapun suatu saat saya diberhentikan dari sekolah dimana saya sekarang mengajar, saya sudah siap untuk menjadi guru 100%, guru les privat untuk mata pelajaran matematika, fisika dan komputer. Saya beranggapan, PNS itu hanya ekses saja, jika memang Allah menganggap saya pantas menjadi PNS, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Jika memang Allah menginginkan saya tetap menjadi guru honorer agar kualitas mengajar saya tetap baik, saya pun siap dan dari jauh hari seperti saya sudah katakan, saya sudah menyiapkan investasi untuk masa pensiun saya dan semoga sesuai harapan. Saya inginnya sih mau pensiun sebagai guru, bukan sebagai PNS nya. Oh iya, mengapa saya katakan bahwa "Jika Allah menginginkan saya tetap menjadi guru honor agar kualitas mengajar saya tetap baik..." Karena yang saya lihat banyak orang yang justru setelah mereka diangkat menjadi PNS, mereka menjadi bekerja seenaknya, karena merasa aman dan tidak akan mudah diberhentikan dari pekerjaanya. Bahkan ada yang sudah PNS bersertifikasi pun kinerjanya malah lebih buruk. Jadi tidak jaminan sebenarnya itu semua.

Guru itu adanya dihati, dan ilmunya dikepala. Bukan di NIP maupun di pin Korpri yang selalu menempel pada bajunya.

Saya sudah menikmati mengajar ditempat saya sekarang. Malahan kadang saya suka berpikir, jika suatu saat nanti diangkat, saya akan dimutasi dan tidak mengajar di SDN Beji Timur 1 lagi. Ya, kalau melihat jurusan saya, bisa-bisa malah mengajar di SMP atau bahkan SMA. Padahal saya maunya tetap di SD ini sampai ya sekitar 20 tahun lagi ;). Saya tetap mau menjadi guru TIK dan mengajar privat matematika SMP/SMA seperti sekarang ini. Ini sepertinya sudah cuku membuat saya berada di zona nyaman. Ya tapi, semua tidak ada yang abadi. Mungkin suati saat saya harus keluar dari zona nyaman ini, dan mudah-mudahan masuk di zona nyaman lainnya juga.

Jadi intinya bagi saya status guru lebih penting dibandingkan PNS, dan jikapun saya berhasil jadi PNS, saya berharap tetap menjadi guru. Saya sangat mencintai buku-buku, papan tulis, spidol, derit pintu kelas, teriakan anak-anak ketika saya katakan hari ini ulangan, belajar dan mengajar ! Semoga yang terbaik yang di berikanNya !

 
Soal cerita, momok bagi kebanyakan anak E-mail
Ditulis Oleh Kakbayu   
Jumat, 27 Mei 2011
image by googleSebagai guru les matematika yang telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun, saya sering menemukan kesulitan anak dalam memahami soal-soal cerita.

Sebenarnya sih lebih banyak dikarenakan mereka malas saja untuk membaca, apalagi sampai menelaah dan memahami maksud soal tersebut. Ada juga yang membaca soal tidak tuntas dan langsung mengambil keputusan untuk menjawab, jadi salah presepsi. Dan yang paling parah ada yang sudah membaca berulang-ulang, tapi gak paham-paham maksud soal tersebut.

Saya pernah bertanya kepada mereka, apa yang membuat mereka "takut" dengan soal cerita? Jawabnya: Malas menulis dan malas membaca soalnya. Ya kalau sudah malas, mau apa lagi?

Malas menulis dan malas membaca yang terjadi pada anak-anak sekarang mungkin disebabkan banyaknya kemudahan yang mereka dapatkan sekarang dalam belajar. Materi pelajaran, tinggal lihat dibuku, foto copy atau di copy-paste aja pakai flashdisk terus buka di laptop. Jadi mengurangi menulis. Memang bagus sih, modern dan praktis, tapi perlu diingat, belajar hanya dengan membaca lebih mudah lupa, kita tetap harus menyalin (menulis), lalu mempraktekannya. Meskipun punya buku paket, saya rasa tetap murid harus menulis, khususnya pelajaran matematika.

Selengkapnya...
 
Gelar Pahlawan, Hal Yang Absurd E-mail
Ditulis Oleh Kakbayu   
Rabu, 10 November 2010
pahlawanHari ini kita merayakan hari pahlawan. Tanpa tahu apa sih sebenarnya pahlawan itu? Kenapa orang dapat dianggap pahlawan?

Pahlawan bukanlah sebuah ukuran pasti. Ketika seorang mendapatkan gelar pahlawan, bukan berarti seluruh manusia menganggapnya pahlawan. Coba saja tanya pada orang Belanda, siapa sih Sultan Agung? Pangeran Diponegoro? Teuku Umar? Cut Nyak Dien? Bagi orang Belanda mereka adalah pemberontak. Namun bagi bangsa Indonesia mereka adalah manusia-manusia yang sangat berjasa kepada bangsa dan negara ini hingga pantas diberi gelar pahlawan nasional.

Seorang bapak yang mati dibakar masa karena tertangkap mencuri untuk memberi makan anak istrinya, adalah pahlawan bagi anak istrinya. Karena dia tewas demi mereka, meskipun caranya salah karena mencuri dalam himpitan ekonomi. Tapi bagi yang mengeroyoknya, dia tidak lebih dari maling.

Ketika terjadi perdebatan tentang pantaskah Soeharto diberi gelar pahlawan nasional, bagi orang-orang yang pernah merasakan nikmatnya hidup dari Soeharto, mungkin setuju jika beliau diberi gelar pahlawan. Namun bagi tapol/napol, sangat tidak adil jika sampai beliau diberi gelar pahlawan.

Jadi pahlawan adalah bagaimana cara kita memandang jasa seseorang terhadap kita, saya rasa begitu dan tidak lebih.

 
Guru Honorer di Depok Resah E-mail
Ditulis Oleh kakbayu   
Jumat, 02 April 2010
Guru honorer di Kota Depok Resah. Mereka mempertanyakan apakah uang transpor sebesar Rp. 150.000 per bulan berasal dari APBD Kota Depok atau bukan.

Ketua Asosiasi Guru Honorer Kota Depok, Mahmudin, di ruang kerjanya hari rabu (31/3) mengatakan, pihaknya menginginkan kepastian itu karena terkait dengan pembahasan revisi PP No. 48 Tahun 2009 tentang Guru Honorer. Salah satu pembahasannya adalah guru honorer akan langsung diangkat menjadi PNS asalkan pemerintah kota menggaji guru honorer dengan menggunakan dana dari APBD.

Sebelumnya, dalam penjelasannya, Kepala Bagian Kepegawaian Pemkot Depok Agung Sugih mengatakan bahwa uang honor transpor guru honorer di Kota Depok bukan dari APBD. Dana APBD hanya digunakan untuk tenaga honoren Pemkot Depok sebanyak 110 orang.

"Setahu saya pembayaran uang transpor itu melalui SK Walikota, dan itu pasti pakai APBD, kami jadi bingung," ujar Mahmudin.

Ketua Komisi A DPRD Depok juga mendesak pemkot segera memberikan keterangan yang jelas apakah uang transpor tersebut dari APBD atau bukan. Selain itu, pihaknya meminta untuk dilakukan verifikasi data jumlah guru honorer Kota Depok.

"Kami nanti akan duduk bersama untuk melakukan verifikasi data jumlah guru honorer," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, guru honorer tidak usah khawatir karena Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara akan menerjunkan tim ke tingkat kota/kabupaten untuk memverifikasi jumlah guru honorer serta kepastian apakah honor mereka itu memakai dana APBD atau bukan.

(Sumber: Warta Kota - Kamis, 1 April 2010)
 
Guru Honor Dipecat E-mail
Ditulis Oleh kakbayu   
Kamis, 01 April 2010
Membaca headline koran monde hari ini (Kamis, 1 April 2010), saya merasa sedih sekali. Sama seperti judul postingan ini, Guru Honor Dipecat. Semudah itukah memecat guru di republik ini? Apakah tidak mempertimbangkan jasa mereka selama mengajar? Saya juga adalah guru honor di SDN Beji Timur 1 (NUPTK : 3533 7586 6020 0033). Atas pertimbangan kepala sekolah, saya diberikan kesempatan untuk mengajar pada bidang Teknologi Informasi & Komunikasi. Saya adalah guru pertama yang mengajar pada bidang ini di SDN Beji Timur 1 sejak 5 Maret 2005 sampai sekarang. Sekolah kami pun pernah mendapat juara 1 tingkat kecamatan pada bidang Teknologi Informasi & Komunikasi, sedang pada tingkat Kota kami di WO karena tidak mendapatkan informasi waktu lombanya.
 
Selain mengajar, guru-guru seperti saya ini sering membantu guru-guru lain agar melek Teknologi Informasi , membantu administrasi, menjadi operator sekolah pada website layanan Dapodik. Saya rasa masih sedikit apa yang sudah saya lakukan sebagai guru honor terhadap sekolah dimana saya ditempatkan dibanding dengan rekan-rekan saya yang lebih senior, yang kemudian dipecat. Mungkin pengunjung dapat membaca pada koran Monde tersebut.
 
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 11 dari 16

Bookmark & Share
Posting lainnya disini...
ReaktifSolusi masalah penyaluran BBM subsidi

Senin, 29 November 1999 | Kakbayu

Pemerintah sepertinya bingung bagaimana caranya agar BBM bersubsidi (premium) tersalurkan ke...
-

Orang biasaBerantem Lagi

Jumat, 12 Februari 2010 | kakbayu

Aduh pusing banget, emak-bapak ku berantem lagi, Cuma gara-gara diriku minta nikah. Ampun deh !...
-

Gue blogger jugaPeradaban Melek IT

Senin, 29 Maret 2010 | kakbayu

Jaman sekarang, yang namanya IT sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam berbagai bidang profesi...
-

Bintang PrestasiYuniar Devi Pratiwi

Sabtu, 23 Juli 2011 | Kakbayu

Yuniar Devi PratiwiNISN : 9975152560Prestasi :> Juara I Lomba Siswa...
-

Orang biasaTahun Baru Nasib Baru

Jumat, 31 Desember 2010 | kakbayu

Hari terakhir di tahun 2010, banyak hal yang sudah berhasil saya gapai, banyak juga yang belum....
-

Lagi...
Buku Tamu
Isi buku tamu
Statistik
Admin: 1
Konten: 372
Link: 55
Jumlah tayang :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini39
mod_vvisit_counterKemarin118
mod_vvisit_counterMinggu ini939
mod_vvisit_counterBulan ini3407
mod_vvisit_counterTotal194122
 
   
Isi © 2008 - 2012 kakbayu.web.id
Dukungan: Joomla & Mambo CMS