Sangat menyenangkan banget jadi guru SD, yang dihadapi sehari-hari
adalah anak-anak yang sebenarnya masih baik-baik, lucu-lucu dan
gaya-gaya. Walaupun kadang bisa nyebelin dan bikin bete, tapi tetap
asyik.
Ya, anak kecil, dulu waktu masih sekolah, kakak tuh gak
suka banget dengan yang namanya anak-anak. Nyebelin, ingusan, suka
ganggu dan gak bisa dibilangin. Makhluk yang suka gadoin gula ini juga
suka sotoy, suka ngadu-ngadu, pokoknya ribet dah kalau lagi nongkrong
trus ada anak kecil yang ikutan nimbrung. Itu pikiran kakak dulu.
Sering
banget dulu diomelin ortu tuh anak, karena kakak suka nangisin
anaknya. Lagian salah sendiri, ikut-ikut orang gede. He
Waktu
pertama kali ditawari ngajar di SD, kak sempat ragu, bisa apa enggak ya.
Dulu sih lebih milih ngajar di SMA yang anaknya udah pada gede-gede.
Soalnya kalau di SD, takut gak nyambung. Emangnya anak SD tau istilah
database, Basic Input/Output System dan Power On Self Test. Gimana
nyambunginnya sama permen lolipop, nuget dan mie gaul. Ini menjadi
tantangan tersendiri buat kakak,
Hari pertama masuk kelas, semua
mata anak memandang ke kakak.
"Ehm... Hai..." Kata kakak mencoba
akrab.
Gak ada respon... Krik..krik..krik..
"Hallo... tahu gak
kamu permen lolipop yang sesuai dengan umur kalian?" kakak berusaha
ramah.
Gak respon lagi
Ih gak nyambung kan...
Itu hanya
khayalan kakak aja. Hehe
Ternyata gak sesulit yang kakak duga,
begitu masuk kelas, mereka duduk dengan rapih, dengan wajah bersahabat.
Tapi ditangannya megang senapan mesin M16. Haha ngaco lagi.
Begitu
disapa, langsung menjawab serentak,
kakbayu: Assalamu'alaikum...
Anak2:
Wa'alaikumussalam...
kakbayu: Kita langsung belajar tentang
database, Basic Input/Output System dan Power On Self Test
anak2:
?!@%*$#
Kakbayu: merasa menang

Intinya menyenangkan begitu
menyelami dunia mereka. Jujur, jadi jatuh cinta dan malah suka sedih
kalau jauh dari mereka. Padahal kan mereka anak orang. Hks..
Hubungan
ini kakak sempurnakan dengan meminta mereka memanggil kakak aja sama
kakak (oke, kalimatnya agak susah tapi gak apa-apalah). Jadi
satu-satunya guru disekolah yang dipanggil dengan sebutan bukan pak guru
hanya kakak sendiri.
Setidaknya dengan begitu kakak telah
menghilangkan banyak jarak antara kakak sebagai guru dan mereka sebagai
murid. Mengajar dengan nuansa tidak terlalu formal lebih mengasyikan
namun memang lebih melelahkan. Karena tidak hanya masalah KBM saja yang
kakak hadapi, tapi hal-hal pribadi pun sering jadi pembahasan dengan
mereka. Mereka menjadi spesial, tiap mereka seolah memiliki hubungan
yang berbeda dengan kakak.
Bahkan beberapa diantara mereka, gak
malu-malu lagi untuk datang ke ruangan kakak, bercerita sampai menangis
jika punya masalah. Dan ketika keluar, mereka bisa tersenyum. Meskipun
kakak tidak bisa bantu banyak, tapi dengan mendengarkan keluhannya setidaknya
bisa membuat mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi masalah.
Dengan
pendekatan seperti ini pula, kakak jadi sering terlibat konflik dengan
murid-murid. Namun, kakak tidak pernah menggunakan kekuasaan sebagai
guru dalam menyelesaikannya. Oke, kita marahan, tapi ingat jangan sampai
lebih dari 3 hari. Biasanya begitu aja. Aneh, guru sama murid kok marahan.
Sebenarnya ini ada tujuannya, mendidik mereka untuk bisa marah, tapi
marah yang baik. Kalau mereka tidak dididik untuk bisa marah, setiap
amarah anak-anak kita larang, hanya orang dewasa yang boleh marah, ini
tidak adil. Mereka akan mengakumulasi kemarahannya kepada orang dewasa.
Setelah mereka besar, tawuran deh sebagai pelampiasan.
Maka itu,
bagi kakak murid marah sama kakak tidak tabu. Biasanya sih hari pertama
marah mereka berusaha tidak menegur kakak. Tapi kakak tetap tetap tegur
mereka. Masih marah ya? Hari kedua, masih gak negur, tapi agak cari
perhatian. Hari ketiga mulai mendekat, hari keempat minta maaf. Hehe
jadi salut banget sama anak kecil, kalian ternyata hebat. Kalau udah
maafan biasanya hubungan jadi tambah mesra. Perhatian jadi lebih, tutur
kata jadi lebih halus dan berhati-hati, dan selalu berusaha membuat kakak
senang. Itu yang kakak rasakan ketika habis berkonflik dengan murid.
Seru dan tambah kagum.