Pena Guru Blogger ...  
Beranda
Thursday, 09 February 2012
 
 
3 tahun sudah E-mail
Kakbayu Disini - I am Is Blogger
Ditulis Oleh Kakbayu   
Senin, 21 Maret 2011
image by googleTepat hari ini, kakbayu.web.id telah berusia 3 tahun. Memang belum lama sih, 3 tahun kalau anak masih sedang lucu-lucunya.

Sedikit mengenang, dulunya blog ini bernama kakbayu.com dan di hosting di apenta. Namun karena apenta kena hack dan blog saya pun hancur lebur tak tersisa, akhirnya saya putuskan pindah hosting, lalu berganti nama domain yang lebih Indonesia, menjadi kakbayu.web.id.

Sampai saat ini, blog ini masih saya hosting di daxa.net, dengan lokasi server di Jakarta, dan baru-baru ini lokasi server minta dipindahin (migrasi) ke Singapura.

Bagi saya sendiri, sebuah blog merupakan lambang eksistensi seseorang di dunia maya, tempat memajang karya, mengeluarkan pendapat dan kalau benar-benar dalam keadaan kepepet bisa dijadikan media klarifikasi.

Blog menurut saya nomor 1 dibanding jejaring sosial. Meskipun saya punya akun twitter dan facebook, ibarat itu tempat nongkrong saya, kaya semacam mall atau cafe lah kalau di dunia nyata, tempat kongkow dan ketemu teman. Sedangkan blog adalah rumah saya, basecamp saya, tempat saya bebas melakukan apapun, mengekspresikan apapun tanpa mengganggu yang lain.

Blog ini akan terus saya online-kan, setidaknya selama saya masih hidup dan masih mampu mengurusnya. Dan saya tidak punya target khusus terhadap blog ini, melainkan hanya menjadikannya sebagai sahabat, tempat cerita, berbagi dan berkeluh kesah.

Met ultah blog, temani aku terus di dunia maya...

 
Maafkan guru mu ya... E-mail
Kakbayu Disini - Tentang Murid dan Sekolah
Ditulis Oleh Kakbayu   
Senin, 07 Maret 2011
image by googleSaat saya menulis posting ini, sudah pukul 00.14, hari Senin. Artinya besok sudah mulai cuap-cuap lagi di depan bocah-bocah yang penuh tingkah selama seminggu. Kalau gak fit, dijamin kena radang tenggorokan.

Ada rasa jenuh juga setelah mengajar selama 6 tahun, jujur aja pengennya dagang gitu. Ya tapi masih terus mensyukuri nikmat diberi pekerjaan yang terpuji sebagai guru.

Oh iya, beberapa hari yang lalu ada kejadian, dimana saya sedikit melakukan "kekerasan" terhadap murid. Anak-anak yang ribut di kelas sebenarnya masih bisa saya tolerir, namun sebagian anak-anak meminta saya untuk marah. "Kakak mah payah, jadi guru gak pernah marah". Begitu kata beberapa anak ketika diluar jam belajar. "Memang harus marah dulu ya supaya guru dihormati? Ada gak cara lain supaya kalian hormat sama guru meskipun guru itu gak bisa marah?" Mereka sepertinya sepakat berkata "Tidak!, Guru harus bisa marah kak, kalau enggak, gak bakal dihormati!"

Siapa yang meracuni pikiran mereka, kok bisa-bisanya berpikir begitu? Negosiasi panjang tak membuahkan hasil kayaknya nih. Daripada berlarut-larut dan bikin suasana belajar menjadi tidak tenang dikarenakan sebagian mereka berisik dan mengganggu yang lainnya, sebagai guru pengganti, tentunya mereka tidak akan lebih menghiraukan saya ketika saya ajak berbicara, masih ada aja beberapa anak asyik dibelakang.

Terpaksa, tinggalkan dulu metode barat, pakai metode China. Malamnya, saya sampai gak bisa tidur, bagaimana besok dikelas, tuntutan sebagian murid khususnya yang wanita meminta saya untuk marah, menggebrak meja atau papan tulis seperti yang mereka "contohkan" kepada saya. Bukan tipe saya kalau begitu.

Akhirnya ketemu ide yang tidak terlalu baik juga sih. Begini step-stepnya:

1. Menyiapkan LKS komputer, ukurannya tipis dan isinya kertas buram. 2. Masuk kelas dengan wajah ramah. 3. Bertanya, mau belajar tertib atau tidak? 4. Memberikan pujian kepada anak yang tertib.

Dasar anak-anak, mereka tidak curiga ketika masuk jam matematika, saya membawa LKS komputer, ya iyalah... Lalu saya memulai kelas. Membahas soal, menerangkan, menghampiri meja mereka satu-persatu untuk membantu kesulitan mereka.

Tapi, dikala saya sedang sibuk mendatangi meja yang satu, beberapa anak yang lain masih juga berisik, bercanda, melempar kertas, dan lainnya.

Beberapa siswa mencoba mengingatkan yang lainnya, tapi justru malah menambah kegaduhan.

Saya berjalan menju depan papan tulis, menerangkan salah satu pertanyaan murid. Saya mencoba bertahan untuk tidak marah, tapi suasana kelas semakin gaduh. Saya berbalik, saya lihat salah seorang murid laki-laki sedang menggoda murid perempuan yang duduknya berbeda meja. Saya lihatin, tapi malah menjadi-jadi. Mereka memang pernah mengatakan bahwa pelajaran yang saya ajar dianggap untuk santai, padahal saya mengajar matematika.

Mereka juga tahu, saya guru yang gak bisa marah menurut mereka, padahal memang saya tidak mau marah aja. Ini dunia pendidikan, bukan jalanan. Saya berjalan ke meja, saya ambil LKS komputer yang tipis, lalu saya pukulkan ke murid yang sudah keterlaluan tadi. Serentak suasana kelas menjadi hening, dalam hati saya malah mau tertawa.

Saya lanjutkan mengajar, sampai selesai dan tidak ada gangguan lagi.

Setelah itu, ada seorang murid yang memberikan beng-beng. Ada murid lain juga yang mendekati saya, sambil malu-malu berkata dengan senyumnya"Saya baru lihat kakak marah!"

"Tolong jangan seperti ini lagi ya, kakak gak mau marah lagi!"

Mereka tetap hangat terhadap saya seperti biasanya, tetap SMS2an, bercanda. Namun ketika belajar, suasana sudah lebih aman terkendali.

Siapa yang harus disalahkan dengan perilaku anak seperti itu? Harus dimarahi dulu baru kooperatif. Sepertinya mereka sudah biasa dimarahi sebelum-sebelumnya. Padahal, saya sebagai guru sudah berusaha bernegosiasi, pendekatan satu persatu, memberikan perhatian. Sepertinya bahasa kebaikan lebih sulit diterapkan.

Anak-anak yang tertib dan rapi sepertinya hanya ada di sinetron aja, karena mereka "dipaksa" untuk shooting. Kalau disekolah, dipaksa guru. Dirumah, dipaksa orang tua. Ketika ketemu guru yang gak mau memaksa, hanya mengajak, memotivasi. Mereka kebal.

Kalau dalam ilmu manajemen mereka maunya di comanding bukan di motivating. Memang, ketika anak sudah biasa dimarahi, dibentak, dipukul ketika mereka kecil oleh orang tuanya. Maka ketika disekolah, mereka lebih sulit untuk diarahkan dengan lembut, ya harus dengan marah, bentak dan pukul juga.

Tapi adakalanya orang tua protes anaknya dipukul guru, padahal banyak orang tua yang mendidik anak dengan main bentakan dan main tangan. Sehingga anak sulit dikendalikan lagi dengan kata-kata halus. Ketika guru yang juga manusia "kelepasan", jadi urusan yang berwajib deh.

Oke, kepada seluruh pelajar, hargai gurumu apalagi yang gak pernah marah. Kepada guru, Islam mengajarkan boleh memukul, namun jangan membuat bekas luka atau cedera, atau juga jangan melecehkan anak. Gunakan sikap sportif dalam menghukum, jangan ada dendam.

 
Membuktikan Slogan Investasi Para Financial Planner E-mail
Kakbayu Disini - Belajar Jadi Kaya
Ditulis Oleh kakbayu   
Selasa, 22 Februari 2011
image by googleKata para perencana keuangan, berinvestasilah maka anda akan menjadi kaya. Saya jadi penasaran dengan slogan tersebut dan tertarik untuk membuktikannya. Dalam blog ini saya akan menulis perjalanan investasi saya mulai tahun 2011 dan menggambarkan perkembangannya kepada anda para pengunjung.

Profil keuangan saya sendiri bukanlah orang yang memiliki banyak aset financial, yang kalau mereka menulis tentang investasi, selalu dengan angka-angka besar, puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang justru bagi sebagian besar masyarakat Indonesia angka segitu hanya berada diawang-awang. Bagaimana mau investasi, melihat uang segitu aja belum pernah.

Saya adalah orang Indonesia sebagaimana main stream orang Indonesia kebanyakan, yang memiliki penghasilan standar. Saya tertarik untuk merubah cara pandang saya terhadap pengelolaan keuangan setelah saya memfollow beberapa orang yang sukses dalam bidang financial.

Untuk lebih jelasnya profil saya sebagai berikut : Usia 30 tahun, sudah menikah dan akan memiliki momongan. Penghasilan dari bekerja sebagai guru honor yang rutin tiap bulan Rp. 1.000.000. Sedangkan dari mengajar les privat berkisar Rp. 800.000 s/d Rp. 900.000 per bulan. Penghaslan lainnya adalah dari "menjual" keahlian, misalnya saja menginstall komputer dan service, membuat administrasi sekolah (dana BOS, pembelajaran, dll). Selain itu masih ada penghasilan lain dari pemerintah, yaitu tunjangan wiyata bhakti dan tunjangan fungsional yang dibayarkan tiap 6 bulan dan setahun sekali. Kalau saya hitung-hitung dan dirata-ratakan, berkisar antara 2 - 3 juta perbulan tergantung pemasukan dari yang tidak rutin tersebut.

Investasi yang saya miliki sampai Februari 2011 adalah: Reksadana saham dan campuran total Rp. 1.800.000 selama 2 bulan pertama di tahun 2011. Dana pensiun lembaga keuangan Rp. 2,1 juta, sudah berjalan lebih dari 5 tahun dan saya sempat vakum selama lebih dari 5 tahun - tidak menyetor. Dan baru saya setor kembali setelah usia saya 30 tahun kemarin setelah saya menyadari dana tersebut tumbuh sampai 2 kali lipatnya.

Uang yang belum terbayar yang sebenarnya sudah menjadi hak saya ada sekitar Rp. 3,2 juta. Dan saya tidak memiliki hutang ataupun cicilan kredit. Mungkin ini profil yang tidak menarik dan standar-standar saja. Tapi justru itu, dengan profil seperti kebanyakan orang di Indonesia, mudah-mudahan saya bisa memberikan pencerahan, inspirasi dan solusi bagi anda. Dan juga membuktikan apakah benar yang dikatakan para financial planer tentang investasi akan membuat kita menjadi lebih baik secara financial dimasa yang akan datang. Karena selama ini saya juga berpikiran bahwa investasi hanya membuat orang yang sudah kaya bertambah kaya.

Namun saya sering mendengar pula dari para financial planer bahwa berinvestasilah sebelum engkau menjadi kaya. Jangan menunggu berinvestasi setelah menjadi kaya. Atau dengan kata lain semakin dini berinvestasi, maka akan semakin baik.

Oke, mungkin tulisan ini akan sangat panjang, semoga umur saya panjang juga untuk terus menuliskan perkembangan investasi saya secara berseri di blog ini pada menu Pojok Kakbayu > Jadi Investor. Silahkan berikan komentar jika berkenan. Salam !

 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 31 - 33 dari 189
Bookmark & Share
Posting lainnya disini...
RenunganDia Absolut

Rabu, 14 Juli 2010 | kakbayu

Ketika kita berjalan ke suatu tempat yang sangat jauh, dengan harapan kita tidak akan bertemu...
-

I am Is Ordinary ManBerantem Lagi

Jumat, 12 Februari 2010 | kakbayu

Aduh pusing banget, emak-bapak ku berantem lagi, Cuma gara-gara diriku minta nikah. Ampun deh !...
-

Remeh-temehDoa yang mengancam !

Minggu, 06 November 2011 | Kakbayu

Salah satu yang membuat saya bersyukur adalah kalau mendengar berita ada metromini dibakar masa ,...
-

I am Is Ordinary ManAkhiri Hidup

Senin, 25 Januari 2010 | kakbayu

Hidup kalau terlalu dipikirkan malah tidak hidup. Tapi siapa yang sebenarnya mau hidup? Apakah kita...
-

Remeh-temehHadiah Untuk Peninggal Jejak

Senin, 29 November 1999 | Kakbayu

Hm kayaknya lomba Cerpen 3 tahun kakbayu.web.id di cancel deh. Sepi peminat . Tapi tetap...
-

Lagi...
Kategori
Bintang Prestasi
Laman Favorit
Buku Tamu (Do Follow)
Kontak
Tentang Blogger
Twitter feed @kakbayu
Bookmark & Share
Cari Dengan Google
My Yahoo Messenger
Hit Counter
Jumlah tayang :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini161
mod_vvisit_counterKemarin294
mod_vvisit_counterMinggu ini957
mod_vvisit_counterBulan ini2086
mod_vvisit_counterTotal174349
Statistik
Admin: 1
Konten: 367
Link: 55
Widgets
syariah.biz
Support By Daxa.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net







Google PageRank Checker
 
Top! Top!