Kaget banget tadi waktu ke kantor pos Beji mau setor sharE tabungan dari Bank Muamalat. Kata petugas kasirnya "Ada biaya administrasi kalau mau setor pak, sepuluh ribu." Tepatnya Rp. 9.900 pas saya lihat di struknya.
Makin mahal saja biaya menabung di Bank. Untuk pemeliharaan rekening saja tiap bulan kita kena Rp
7.500 s/d Rp. 10.000. Tarik di ATM juga kena, bervariasi besarnya sampai dengan Rp. 10.000an. Lantas apa keuntungan buat nasabah? Kalau menabung dengan jumlah kecil tidak ada untungnya, kepotong sama biaya kemudahan fasilitas. Menabung menjadi tidak menarik sekarang ini, tidak bisa dijadikan ladang investasi. Produk bank yang menarik ya sekarang ini hanya tabungan berjangka alias deposito.
Bersyukur pemerintah meminta pada bank untuk menerbitkan Tabungan Ku, tabungan kelas bawah dengan banyak keterbatasan namun bebas biaya bulanan. Bunganya juga sangat kecil, cocok untuk orang yang mau belajar menabung. Atau kalau saya, Tabungan Ku saya gunakan untuk bisa beli reksadana, karena bank agen penjual mensyaratkan kita harus punya rekening di bank mereka jika ingin membeli reksadana melaluinya.
Saya rasa kedepannya investasi di perbankan menjadi tidak menarik lagi, masyarakat mulai melirik pasar modal untuk memberanak-pinakan uangnya. Namun sangat disayangkan, iklan tentang investasi pasar modal masih jarang di televisi, jadi masyarakat masih banyak yang belum tahu apa produk-produk investasi yang bisa di beli di pasar modal.
Oke, kesimpulannya jangan buat banyak-banyak nomor rekening, kecuali memang butuh banget. Dan menjadi menarik sekarang kalau kita mulai berusaha mengenal dan berinvestasi di pasar modal.
Baru saja menjual habis 100% reksadana saham Mawar Fokus 10, karena ingin merubah portofolio investasi menjadi syariah semua. Meskipun returnnya lebih rendah, namun lebih menenangkan karena setidaknya niat kita untuk menjauhi riba dapat kita lakukan dengan memilih reksadana syariah.
Pada dasarnya, reksadana memang sudah sesuai syariah, karena tidak membungakan uang, melainkan bagi hasil dari keuntungan. Tapi, pada reksadana konvensional, modal kita ditanamkan pada perusahaan-perusahaan yang tidak dijamin menjalankan bisnisnya sesuai syariah, misalnya modal kita dibelikan saham bank konvensional yang dalam praktek bisnisnya membungakan uang. Atau dibelikan saham perusahaan minuman keras (kalau ada) dan lainnya yang dilarang oleh islam.
Rencananya setelah menerima dana dari penjualan reksadana saham tersebut, mau dibelikan lagi reksadana Indeks Syariah. Maka itu dari sekarang terus memantau grafik NAB/UP reksadana indeks syariah itu, kapan harga sudah turun, beli ! Targetnya awal April lah, mudah-mudahan harganya pas lagi murah. Sepertinya target investasi semeter I tahun2011 saya sudah tercapai. Alhamdulillah...
Mendengar berita di berbagai media cetak dan elektronik tentang kenaikan gaji PNS tahun ini sebesar 15%. Alhamdulillah, ikut bersyukur karena artinya negara memikirkan orang-orang yang bekerja untuknya.
Kalau bagi saya sendiri sih, gak ada ngaruhnya secara langsung, karena saya masih pegawai honor yang bekerja di instansi pemerintah, yaitu sekolah negeri. Paling kalau saya mau meningkatkan penghasilan, tambah lagi mengajar diluar sekolah, ngajar privat dan usaha sendiri.
Kenaikan gaji memang sangat ditunggu-tunggu bagi pegawai, namun gak jaminan kenaikan gaji bisa mengingkatkan kesejahteraan. Pertama ada inflasi, ini menyebabkan uang kita menurun nilainya. Kedua sifat konsumtif yang berlebihan, apalagi sampai berlebihan dalam menggunakan kredit konsumtif. Maka itu kata para financial planner naik gaji = naik pengeluaran, jadi sama aja bohong.
Sebenarnya rezeky tidak bisa dihitung secara matematis, penuh keajaiban. Maka itu kita pun harus ajaib menyikapinya. Saran saya, jangan lupa tiap dapat rezeki sedekah 10-20%, belikan aset produktif semacam reksadana, emas, saham sebanyak minimal 20% dari gaji, nanti kalau sudah banyak bisa di konversi jadi property. Sisanya baru buat biaya hidup.
Kalau sudah begitu, tenang deh menghabiskan gaji jika prioritas diatas sudah kita tunaikan.
Btw, investasi saya pada semester I 2011 sepertinya tercapai. 2 reksadana saham, 1 reksadana campuran dan 1 tabungan pensiun sebagai aset produktif yang terus bertambah. Semoga bisa memperbaiki hidup. Mudah-mudahan target 5 tahun lagi mau terjun langsung ke saham, sekarang masih terus mempelajarinya. Bismillah...
Surat TerbukaPengalaman kurang menyenangkan dengan UnindraSenin, 24 Agustus 2009 | Bayu SaputraIni adalah pengalaman saya yang kurang menyenangkan dengan pelayanan akademik Unindra. Saya, Bayu... -
I am Is Ordinary ManMau Nikah Ah....Kamis, 17 Juni 2010 | kakbayuTinggal beberapa hari lagi mau melepas masa lajang, tepatnya tanggal 19 Juni 2010. Ternyata... -
I am Is Ordinary ManMusim KawinKamis, 01 April 2010 | kakbayuBulan ini ditempat kak banyak banget orang pada jadi pengantin. Janur
kuning dimana-mana. Entah... -
I am Is Ordinary ManAku LelahSabtu, 22 Agustus 2009 | kakbayuBenar-benar pusing hidup ku... sprti brjln sndri... peralahan, tapi ku tetap g mw nyerah... panjang... -