|
Hukum Mati Aja |
|
|
Catatan Kakbayu -
Jadi Pengamat
|
|
Ditulis Oleh kakbayu
|
|
Selasa, 18 Mei 2010 |
|
Akhirnya tersangka pemerkosa bocah berantai di Bali tertangkap. Parahnya
tuh "binatang" melakukan juga aksinya di Batam. Kalau cuma 20 tahun
penjara, itu mah terlalu ringan. Apalagi pemerkosaan dilakukan terhadap
anak di bawah umur dan jumlah korbannya banyak.
Kak sebagai guru
SD kadang suka membayangkan bagaimana jika yang menjadi korban murid kak
sendiri. Maka itu kak sering antar pulang murid yang sudah kesorean
belum di jemput. Apalagi di sekolah kak baru-baru ini pernah ada murid
kak yang dijegat oleh seorang pemuda dengan menggunakan motor, kemudian
diraba-raba daerah terlarangnya. Jadi makin waspada aja. Sebelum pulang,
sering kak muter dulu lebih jauh, sambil mengawasi.
Kalau
menurut kak, hukuman yang pantas untuk pelaku kejahatan seperti itu ya
cuma hukuman mati. Atau mungkin penjara sampai mati aja. Karena orang
seperti itu adalah orang sinting, kalau udah bebas nanti melakukan
perbuatannya lagi.
Hukum harus lebih keras, supaya pelaku jera.
Coba kita lihat kepada korbannya, mereka bisa menderita seumur hidup.
Bagaimana jika mereka sudah tumbuh remaja, mereka akan selalu mengingat
apa yang pernah terjadi ketika mereka masih kecil. Dan tentu saja akan mengalami masalah psikologis ketika bergaul dengan teman-temannya, ketika ada lawan jenis yang mendekati. Kemudian ketika akan
berumah tangga, ini juga akan menjadi masalah tersendiri.
Jadi
pantaslah kalau hukuman mati untuk pelaku kejahatan seperti ini.
|
|
|
Teroris Vs Teroris |
|
|
Catatan Kakbayu -
Jadi Pengamat
|
|
Ditulis Oleh kakbayu
|
|
Sabtu, 15 Mei 2010 |
|
Kalau melihat permasalahan bangsa ini yang semakin gak jelas. Orang yang
ingin berbuat baik malah dipenjara duluan daripada orang yang
dilaporkannya. Lihat saja kasus pak Susno dan pak Misbakun. Okelah kita
sepakat, mungkin keduannya memang tidak 100% bersih. Tapi keduanya
memiliki semangat untuk membuka bobroknya sistem di negara ini.
Keduanya
termasuk orang yang mencoba melawan sistem yang sudah mengakar dalam
negara ini. Dan keduanya justru yang masuk penjara lebih dulu ketimbang
nama-nama yang mereka sebutkan memiliki masalah. Susah memang jika
menjadi orang benar diantara orang-orang salah.
Kadang suka
berpikir, teroris masih lebih baik daripada pemimpin-pemimpin korup
negara ini. Teroris berjuang untuk menegakkan ideologi yang mereka
percayai bahwa itu benar. Perjuangan menegakkan ideologi, terlepas benar
atau salahnya, adalah perjuangan yang paling tinggi nilainya ketimbang
perjuangan untuk memenuhi isi perut yang dilakukan para pemimpin korup
di negeri ini.
Jujur deh, kak pasti akan mengatakan, lebih benci
pemimpin korup ketimbang teroris. Kerusakan yang ditimbulkan
pemimpin-pemimpin korup (disini termasuk korup moral, korup mental dan
korup akhlak juga) lebih besar dibandingkan kerusakan yang ditimbulkan
sekelompok orang yang disebut teroris dimanapun di dunia ini.
Kita
lihat, misalnya pada perang dunia II, pemimpin-pemimpin yang haus
kekuasaan, yang dipilih oleh rakyatnya, adalah para perusak peradaban
yang paling gila. Berapa nyawa yang hilang?
Begitupun sekarang,
pemimpin-pemimpin adi daya, yang dengan seenaknya menyerang kedaulatan
negara lain yang merdeka, membunuh rakyat sipilnya, merampas hak
asasinya dan menghancurkan tatanan kehidupan yang ada. Ini lebih kejam
dari teroris.
Oke, mungkin itu terlalu jauh. Kembali ke negara
kita saja. Para pemimpin yang korup dapat membuat rakyat sakit hati
melihat tingkah polah mereka. Pemimpin yang korup membunuhi rakyat
secara pelan-pelan dan lebih sadis ketimbang teroris. Rakyat
dimiskinkan, dibuat lapar, di teror dan ditakut-takuti. Rakyat yang
seperti ini lama-kelamaan menjadi rakykat yang ganas, mudah emosi dan
mudah membunuh sesamanya. Lihat dimana-mana, berita di tv, pasti selalu
kita temukan berita tentang kekerasan, pembunuhan, dan lainnya. Ini sama
juga dengan bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Bom yang akan
membunuhi rakyat juga. Maling ayam, pasti mati sekarang jika tertangkap
masa.
Capek jika memikirkan bangsa ini. Mungkin teroris adalah
orang-orang yang sudah lelah berpikir, sudah lelah berbicara, sudah
lelah mengingatkan, dan bagi mereka, sekaranglah saatnya bertindak.
Buat
para pemimpin korup, kalian sebenarnya lebih buruk dari teroris. Kalian
juga yang seharusnya ditangkap oleh densus 88. Karena kalian adalah
teroris yang berkedok demokrasi.
|
|
|
Serah-serahan |
|
|
Catatan Kakbayu -
Jadi Orang Biasa
|
|
Ditulis Oleh kakbayu
|
|
Sabtu, 15 Mei 2010 |
|
Tanggal 23 Juni, mau serahan sama calon nih. Kedua ortu udah ketemu,
tanggal udah ditetapin. Hari H nya tangal 20 Juni 2010.
Setelah
nikah nanti, mau memulai lagi hidup yang lebih teratur, lebih bermakna,
dan lebih baik lagi. Mudah-mudahan masih diberi kesempatan lagi untuk
menjadi orang baik.
Sebenarnya, saat ini kakak seperti sedang
dalam pelarian, pelarian dari akumulasi kekecewaan dan sakit hati.
Jujur, penyesalan itu pasti ada, tapi apalah arti sebuah penyesalan
tanpa ada usaha untuk membayar dan memperbaiki semuanya.
Setiap
yang kita lakukan pasti akan ada akibatnya buat kita, sebagai
konsekuensi dari perbuatan kita. Itu wajar dan merupakan hukum yang
diletakan olehNya. Kita berbuat kesalahan, kita mendapatkan dosa, dan
sebaliknya. Lantas apa yang akan kita lakukan dengan dosa tersebut?
Apakah akan kita diamkan saja tanpa usaha untuk menghapusnya?
Bersyukurlah, ketika Dia berikan kepada kita dosa yang besar dan jelas
dimata kita, karena bisa jadi itu merupakan sebuah batu hitam yang harus
kita pijak sebagai tolakan untuk meninggalkan kubangan lumpur dosa.
Justru
sangat bahaya jika kita diberikan hanya dosa-dosa kecil, sehingga kita
selalu tidak menyadarinya, hingga akhirnya dosa itu telah menjadi sangat
besar tanpa sempat kita memohon ampunkannya.
Semoga setelah ini,
masalah kak berangsur membaik.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 19 - 21 dari 129 |