Pada postingan kali ini gue akan menggunakan kata "gue" untuk kata ganti blogger pertama dan "lo" untuk kata ganti "pengunjung" yang nyasar kesini. Setelah lebih dari 10 tahun gue gak pernah ngegunain kata ganti nenek moyang gue yang orang betawi.
Apa sebabnya gue pakai kata "gue"? Karena pada postingan kali ini gue mao bahas tentang eksis-eksisan. Karena yang gu..gue... tau, anak-anak yang pada bengek alias beken dan ngeksis selalu menggunakan kata ganti gue dan elo.
Tapi kakak kan guru !!! *suara misteri*. What wrong? Apakah guru gak boleh ngomong gue? *jawab G+U+E*.
Oke tutup point aja *to the point maksud* jaman sekarang lo + gue alias kita tentunya mau donk dibilang eksis di dunia maya, punya blog, hampir tiap detik update status sampe dibilang orang "norak". Dan gue sebagai guru yang ngajarin komputer tentu juga mau lebih eksis daripada murid-murid gue *walaupun gue gak mau dibilang norak* yang dulunya gak bisa ngebedain monitor sama tv. Nah, berhubung kadang biaya eksis didunia maya tuh cukup mahal bagi orang yang berkantong setengah tipis, tentunya lo harus bisa mensiasati biaya bulanan untuk bisa eksis. Ini untuk gue sendiri, biayanya sebagai berikut:
Sewa server untuk jalanin blog ini setahun Rp. 120.000. Register nama domain kakbayu.web.id Rp. 25.000 pertahun.
Total Rp. 145.000/ tahun, kalau dijadiin sehari berarti Rp. 145.000/365 hari = Rp. 397,26
Beli pulsa three Rp. 30.000 per bulan buat langganan internet juara 150mb/30hari seharga Rp. 13.200, digunakan untuk browsing, update blog dan @kakbayu, kalau seharinya berarti Rp. 13.200 / 30 = Rp. 440
Jadi kalo ditotal-toal biaya ngeksis gue di dunia maya = Rp. 397,26 + Rp. 440 + Rp. 392,86 = Rp. 1230,12 per hari. Jadi kalau sebulan Rp. 39.603,60.
Dengan begitu gue bisa tetap eksis didunia maya, bisa smsan sama murid sampai dia kehabisan pulsa *merasa menang*, bisa posting blog juga.
Gue sendiri sebenarnya kurang suka kalau ngenet via komputer, gak praktis dan gak nyaman aja. Lebih enak via HP, termasuk untuk nulis-nulis di blog ini. Aplagi untuk browsing, lebih enak pake hp, bisa kaya baca buku, sambil tiduran. Karena gue lebih suka baca-baca dari pada buka-buka gambar atau video di internet. Apalagi download video, jarang banget. Karena tujuan gue berinternet adalah untuk relaks setelah penat bergumul dengan pekerjaan. Palingan gue membaca artikel-artikel ringan, berita politik, update status dan buat postingan sembari tiduran ditemani istri dan secangkir air putih. Gue bener-bener mau mengendurkan uran syaraf, dan gue gak mau sedikitpun bagian tubuh gue ada yang tegang gara-gara lihat video atau gambar "tertentu."
Itulah rahasia dapur gue untuk tetap bisa eksis di dunia maya dengan biaya minimal, belum termasuk indomie rebus dan kopi instant.
Apa yang membedakan antara sesuatu yang berbayar dengan sesuatu yang gratisan? Bedanya, kalau yang berbayar fiturnya full sedang kalau gratisan fiturnya ada yang dikurangi. Kalau yang berbayar masa pakainya selamanya, sedangkan yang gratisan mungkin hanya trial 30 hari. Satu lagi kalau yang berbayar bebas iklan dan promosi sedangkan yang gratisan banyak iklannya.
Tapi bagaimana kalau yang berbayar juga banyak iklannya? Banyak promosinya? Itulah yang saya alami dengan operator selular yang saya gunakan. Operator Tri.
Tiba-tiba sms berbunyi, terburu-buru baca pesan, gak tahunya cuma promosi gak jelas, nawarin pulsa terisi otomatis, belum lagi telepon dari CS nya, begitu diangkat, ternyata cuma ngasih tahu dapat sms gratis dengan syarat isi pulsa sekian sebelum tanggal sekian. Huft capek deh....
Padahal tentu saja saya menggunakan tri tidak gratis, dan saya juga butuh fasilitas yang bebas gangguan dong! Pernah ketika saya sedang mengendarai motor, tiba-tiba hp berbunyi, langsung cepat-cepat saya kepinggir lalu buka helm dan mengangkat panggilan itu. Saya lihat nomor pemanggilnya persis dengan nomor hp pada umumnya, 11 digit. Begitu saya angkat, ternyata hanya suara rekaman dari sebuah mesin yang menawarkan NSP gratis. Jujur ini sangat mengganggu.
Ingin coba juga ganti operator, tapi apakah ada jaminan kalau hal serupa diatas tidak terjadi lagi?
Mungkin suatu saat saya akan komplain ke CSO nya tri, supaya saya gak diganggu oleh promosi-promosi yang bagi saya tidak penting. Karena saya pakai operator tri bukan gratisan, tapi berbayar !
Menjadi kontroversial ketika artis dangdut dan bintang film terkenal Dewi Persik (DP) melakukan operasi perawan, soalnya semua orang se Indonesia yang punya teve juga tahu kalau DP itu adalah janda yang sudah 2 kali menikah.
Katanya sih demi nyenengin calon suaminya nanti, mungkin calon suaminya dari Zimbabwe, jadi gak tahu kalau si DP itu sudah pernah menikah :p
Sebenarnya apa sih arti sebuah keperawanan? Apakah artinya kalau malam pertama harus berdarah? Kalau cuma sekedar itu, bisa diakal-akalin seperti operasi tadi. Tapi perawan harusnya bukan itu patokannya. Ketika seorang wanita secara nilai menjaga kesuciannya sampai saatnya nanti, itu perawan. Meskipun gak berdarah, karena bisa aja kecelakaan. Kena sadel sepeda, menunggang kuda, ataupun jadi korban perkosaan.
Tentunya hal itu bukan keinginan si cewek, tapi sebuah kecelakaan. Namun secara nilai, ia tetap seorang yang menjaga keperawanannya dan harus dihargai mahal-mahal usahanya itu.
Tapi kalau ada cewek ngaku perawan dan berdarah pada malam pertama padahal itu hanya karena buatan dokter, secara nilai ini tidak lebih baik.
Perawan dan janda pada dasarnya sama saja, kalau kedua-duanya wanita baik-baik atau wanita yang bertaubat dan menjadi baik. Karena laki-laki juga banyak yang berengsek tapi ngaku perjaka dan gak bisa dioperasi lagi 8-)
Namun hampir semua laki-laki selalu menuntut wanita yang masih perawan secara fisik, padahal mungkin laki-laki tersebut juga sudah pernah tidur dengan wanita lain.
Kalau kata filosofi cinta playboy "Pria selalu ingin jadi yang pertama dan wanita selalu ingin jadi yang terakhir." Kedengerannya sih keren, tapi berat sebelah. Seharusnya diganti "Pria dan wanita selalu ingin menjadi yang pertama dan terakhir."
Kira-kira sebuah pertanyaan yang paling tepat muncul didalam benak kita terhadap keputusan DP melakukan operasi perawan apa ya? Hmmm, mungkin "Apa yang dilakukan dokter sesaat sebelum DP dioperasi dan sedang di bius?" wkwk ini ngaco ah, apa pun tujuannya, itu hak dia. Cuma yang jadi masalah takutnya banyak wanita yang mengikuti jalannya secara salah. Mengumbar nafsu kepada banyak pria dengan alasan kesetaraan gender, lalu pas saatnya dapat pria yang serius, diam-diam operasi perawan deh.
Sebenarnya sisi baik dari adanya operasi ini adalah untuk membuat wanita baik-baik yang jadi korban perkosaan bisa lebih tenang secara psikologis ketika menghadapi malam pertama dengan suaminya. Namun, sisi buruknya bisa lebih banyak jika disalahgunakan.
Kejujuran dari wanita dan cinta yang tulus dari seorang pria, serta kemauan keduanya untuk memperbaiki diri, itu yang terbaik.
Tentang Murid dan SekolahAlumni pada datang neh...Sabtu, 04 Juli 2009 | kakbayuHari ini asyik banget, coz alumni SDN Beji Timur angkatan 2007-2008 pada datang ke sekolah. Sekolah... -
Sekolah dan KursusSekolah GratisMinggu, 22 Februari 2009 | AdvertisementAYO SEKOLAH !!! Jika anda mengenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang... -
I am Is Ordinary ManAwas Kena Tilang Gak Pakai Helm SNIKamis, 01 April 2010 | kakbayuTalkshow di Elshinta dengan narasumber Kombes Condro Kirono, Direktorat
Lalin, mulai 1 April 2010... -
Surat TerbukaRBT 3 mencuri pulsa sayaRabu, 11 Mei 2011 | ada pada redaksiSaya pengguna operator 3 (three) dengan nomor 089 888 60 xxx, saya mendapat SMS bahwa saya mendapat... -