Tahun ajaran 2011-2012 ini banyak sekali perubahan ditempat ngajar saya, yaitu kepala sekolah pertama saya Bu Trisnawati di mutasi. Lalu rekan kerja yang sudah selama 6 tahun lebih bersama, Pak Rusnadi, Bu Iis, dan Bu Yetti juga dimutasi. Terus terang, ada rasa kehilangan yang saya rasakan, namun semua merupakan tugas negara, jadi mau bagaimana lagi.
Kadang kala sebagai guru honor, saya juga berpikir, jika seandainya saya diangkat menjadi PNS nanti, pasti juga akan di mutasi seperti rekan-rekan saya itu. Padahal, rasa keterikatan saya terhadap SDN Beji Timur 1 begitu erat. Sepertinya gak mau berpisah sama sekolah ini.
SDN Beji Timur 1 adalah sekolah pertama dimana saya diperkenalkan dengan dunia pendidikan oleh kepala sekolah pertama saya juga, Bu Trisnawati. Selama 6 tahu lebih, susah senang selalu dijalani bersama dengan rekan-rekan guru yang terbaik, setidaknya menurut saya. Rasa persaudaraan yang erat, kerja yang kompak, saya rasa ini tempat kerja terbaik bagi saya.
Namun, ini dunia, tempat dimana sesuatu tidak akan abadi. Ada yang datang dan pergi, selalu begitu. Setiap tahun saja contohnya, ada murid yang datang dan yang pergi, selalu merasa kehilangan. Tapi itulah romantika kehidupan, sepanjang hidup kita akan bertemu dengan orang-orang yang datang dan pergi.
Posting kali ini khusus saya dedikasikan untuk: Ibu R. Trisnawati, S.Pd, kepala sekolah terbaik saya Bapak Rusnadi, S.Pd, rekan kerja yang seru dan dengan kerendahan hati selalu mau belajar komputer kepada saya. Bu Iis Nineu, atas kerjasamanya dalam pelajaran komputer kelas 3. Bu Yetti atas keramahan dan perhatiannya.
Dengan posting ini semoga saya selalu mengingat kebaikan Bapak/Ibu semua. SELAMAT JALAN, SELAMAT BERTUGAS DAN MENGUKIR PRESTASI DITEMPAT YANG BARU !
Dengar cerita dari sesama guru honor, ternyata miris banget. Ada yang honornya sampai di rapel 2-3 bulan bahkan lebih. Ada yang sudah 10 tahun lebih mengajar, namun honornya tidak naik-naik, karena memang anggaran untuk honor dibatasi. Nah yang terakhir yang bikin saya gregetan ada seorang teman guru honor di Tanggerang, dimana disaat dia mendapatkan tunjangan fungsional, kepala sekolahnyalah yang mengambilnya, seolah dikuasakan dia. KTP nya diminta, lalu disuruh buat surat kuasa bahwa dia memberikan kuasa kepada kepala sekolahnya untuk mengambilkan tunjangan fungsionalnya, setelah diambil dia hanya diberikan sekedarnya saja, sisanya masuk kantong kepsek si raja tega itu. Untungnya saya memiliki kepala sekolah yang baik dan peduli terhadap guru binaannya.
Sedih dengarnya, kok guru diperlakukan seperti itu? Kalau sesama insan pendidikan masih suka menginjak-injak rekan sejawatnya, bagaimana profesi guru bisa diakui dan dihargai oleh profesi-profesi lainnya?
Yang saya juga gak habis pikir, mengapa begitu serakahnya seorang kepala sekolah? Apakah gaji kepsek yang sudah PNS, ditambah kesra, tunjangan profesi/sertifikasi masih belum cukup? Sampai-sampai hak seorang guru honor disikat juga.
Tunjangan fungsional yang datangnya 1 tahun sekali tentu sangat berharga bagi seorang guru yang masih honor, yang pendapatannya gak seberapa, sedangkan tanggung jawabnya sama dengan yang PNS, bahkan kadang lebih. Selama ada penindasan didunia pendidikan, dimana yang berkuasa menindas yang dibawahnya, saya jamin 100% dunia pendidikan kita tidak akan maju.
Guru honor kan cuma beda dimasalah status kepegawaiannya, tapi dari segi profesi harus sama diperlakukannya. Lihat profesi dokter, dokter yang PNS dan yang swasta sama-sama dihargai dan kesejahteraannya juga cukup baik. Namun dalam hal guru, masih banyak pejabat pendidikan yang menomor duakan guru-guru non-PNS. Selama ini masih terjadi, berarti guru belum bisa dikatakan sebuah profesi, tapi PNS-nyalah yang disebut sebagai profesi. Camkan ini hai para pejabat dunia pendidikan !
Pemerintah sepertinya bingung bagaimana caranya agar BBM bersubsidi (premium) tersalurkan ke masyarakat yang berhak menerimanya. Dulu ada wacana stiker, terus juga sekarang di SPBU ada tulisan "Premium untuk orang miskin", lalu ada rumor MUI mengeluarkan fatwa haram bagi orang mampu yang menggunakan premium. Nah nanti akan ada larangan bagi pejabat, wakil rakyat dan PNS gak boleh pakai Premium.
Nah yang terakhir ini malah bikin ribet, bagaimana bisa tahu kalau orang itu PNS atau bukan? Kalau lagi buka seragam, mana bisa petugas SPBU membedakan? Terus bagaimana dengan anggota TNI? Ini malah membuat ribet rakyat kecil dilapangan.
Saya sendiri punya usul, semoga ada pejabat terkait kalau perlu dirut Pertamina bu Karen membaca tulisan ini. Saran saya, gunakan ukuran silinder (cc) saja supaya tidak repot dan mudah. Aturannya jelas, kendaraan pribadi (plat hitam) mulai 150cc keatas wajib pakai BBM non subsidi (pertamax). Otomatis motor mulai dari misal Satria FU 150cc sampai mobil, pakai pertamax. Inikan lebih simpel dan lebih mudah diterapkan. Kok mikir malah yang sulit-sulit aja.
Kalau ginikan pengusaha yang bawa mobil, karyawan dengan motor Bajaj 180cc, mahasiswa yang bawa Satria FU 150cc atau anak pejabat yang bawa CBR 250 maupun Ninja otomatis harus mau pakai pertamax untuk kendaraan-kendaraan "borosnya".
Kalau rakyat kecil kan beli motor karena mereka gak mampu naik angkutan umum yang kalau dikalkulasikan perbulannya jauh lebih mahal ketimbang naik motor. Dan mereka hanya membeli motor sekedarnya, paling Supra 125cc, mentok-mentoknya Jupiter Mx 135cc. Sedangkan motor-motor diatas itu adalah motor yang kebanyakan dibeli oleh orang-orang mampu. Simpel kan?!
Ya memang orang pinter mikirnya malam "njelimet". Oke, mungkin ada usul lain yang lebih menarik dari pembaca semua? Silahkan kita share disini.
CurhatSepenggal perjalanan hidup kuSenin, 15 Maret 2010 | Kakbayu - Yang Sedang BersedihOrtu ku lagi marahan lagi, benar-benar menyebalkan ! Bukan salah mama, tapi memang kelakuan bapak... -
I am Is BloggerRomantika Blogger AmatirSabtu, 03 April 2010 | kakbayuSusah juga ternyata mau jadi blogger produktif. Contohnya neh kayak saat
ini, otak kering gak ada... -
Bintang PrestasiYuniar Devi PratiwiSabtu, 23 Juli 2011 | KakbayuYuniar Devi PratiwiNISN : 9975152560Prestasi :> Juara I Lomba Siswa... -
I am Is Blogger6 Tahun Jadi GuruMinggu, 01 Mei 2011 | KakbayuAwal berkenalan dengan dunia ajar-mengajar tepatnya 05 Maret 2005, jadi kalau sampat saat ini... -