19 November 2016

Parade Bhineka Tunggal Ika

Pawai Bhineka Tunggal Ika
Screenshoot laman news.detik.com
Membaca berita online di news.detik.com tertanggal Kamis, 17 November 2016 dimana diberitakan akan ada sekelompok orang yang akan mengadakan "demonstrasi" atau mereka menamakan aksi mereka dengan nama Parade Bhineka Tunggal Ika. Gak tanggung-tanggung, yang hadir katanya akan mencapai seratus ribu orang. Jumlah yang tentu saja tidak sedikit, meskipun jika dibandingkan dengan aksi 411 cuma seperduapuluhnya saja.

Tentu itu hak mereka mengadakan aksi yang katanya untuk menjaga kebhinekaan. Di Indonesia, demonstrasi dijamin oleh undang-undang sabagai salah satu sarana menyampaikan aspirasi. Tentu demonstrasi yang teratur, tidak anarkis dan mematuhi undang-undang yang berlaku.

pawai bhineka tunggal ika
Screenshoot laman news. detik.com
Namun ternyata hari ini, Sabtu tanggal 19 November 2016 saya kembali membaca berita di news.detik.com dimana memberitakan tentang parade Bhineka Tunggal Ika yang hanya dihadiri ratusan orang. Kalau menurut saya parade kurang berhasil, dengan massa yang sedikit tidak sesuai dengan yang digembar-gemborkan dan sebelum-sebelumnya beberapa kali saya membaca di medsos ada pencatutan nama tokoh dan figur yang seolah akan mengikuti parade itu. Tokoh dan figur tersebut protes kepada "panitia" yang asal catut nama padahal mereka tidak tahu menahu.

Mengapa aksi ini dapat dikatakan tidak berhasil? Karena memang tidak mudah untuk mengumpulkan masa apalagi kalau sampai jumlah ratusan ribu bahkan jutaan seperti aksi 411. Oleh karena itu, jika ada yang mengatakan aksi 411 adalah aksi bayaran, maka sungguh sangat tidak logis membayar orang untuk berdemo sampai jumlah 2 juta orang. Katanya sih seorang dibayar 500 ribu, bagaimana caranya? Saya kenal dekat ada dua peserta aksi 411 yang mereka berangkat menggunakan biaya sendiri, pulangpun tidak membawa uang. Mereka menginap dirumah saya untuk transit dari daerah Jawa Barat, saya sendiri tidak ikut aksi tersebut. Jadi omong kosong tuduhan bahwa aksi 411 bayaran, kalaupun ada bayaran paling pembelian logistik oleh koordinator-koordinator aksi dimana uang tersebut diperoleh dari donasi ummat.

Aksi bayaran itu tidak akan dapat menghadirkan massa yang jumlahnya fantastis, bersemangat dan militan. Aksi bayaran hanya akan menghadirkan sedikit peserta aksi, dan dalam aksinya bermalas-malasan, cari tempat berteduh, duduk-duduk ditempat yang adem sambil nunggu pembagian uang, setelah itu pulang meskipun tuntutan/pesan belum tersampaikan.

Jadi saling menghargailah, sudikah anda kalau saya katakan Parade Bhineka Tunggal Ika adalah aksi bayaran dan gagal pula?

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik. (Isi komentar diluar tanggung jawab kami).