18 October 2016

Jangan Fitnah Saudara Kami di Papua Demi Keserakahan Segelintir Golongan !

meme hoax gubernur papua lukas enembe
Meme Hoax yang mengancam persatuan NKRI 
Beredar banyak sekali pernyataan dan meme gubernur Papua Lukas Enembe yang berisikan ancaman apabila non muslim dilarang menjadi gubernur DKI Jakarta dan presiden maka Papua akan memerdekakan diri. Ini berita fitnah yang sangat serius ingin mengadu domba NKRI.

Mungkin kalau segelintir orang Papua mau merdeka, itu sudah menjadi rahasia umum, disana ada gerakan OPM. Namun jika gubernur Papua mengatakan hal seperti itu, mengancam akan memerdekakan diri cuma gara-cara ada cagub non muslim yang dilarang memimpin DKI, itu berita hoax !

Berita dan meme tersebut disebarkan oleh media-media abal-abal yang sepertinya buzzer relawan Ahok Djarot dan beredar dalam medsos dan laman-laman pendukung mereka.

Namun ketika kami mencoba membuka laman gubernurlukasenembe.com, ternyata gubernur Papua tersebut dalam siaran persnya membantah dan menegaskan bahwa tidak pernah memberikan pernyataan apapun terhadap pilkada DKI. Berikut screenshoot-nya.

gubernur papua lukas enembe
Screen shoot laman gubernurlukasenembe.com tanggal 18/10/2016 pukul 19.00 
Dan kami kutip siaran pers Gubernur Papua Lukas Enembe tanpa kami edit sedikitpun:



SIARAN PERS

Gubernur Papua: Saya Tidak Pernah Memberikan Pernyataan Berkaitan dengan PILKADA DKI

Jakarta, 18 Oktober 2016

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe merasa perlu memberikan klarifikasi berkaitan dengan berita dan meme tentang pernyataannya yang dihubungkan dengan “panasnya” Pilkada DKI saat ini. “Saya perlu sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada masyarakat DKI dan masyarakat Papua bahwa saya sama sekali tidak pernah memberikan pernyataan berkaitan dengan Pilkada DKI, apalagi dihubung-hubungkan dengan keinginan agar Papua Merdeka jika Ahok tidak dijinkan jadi Gubernur”. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Papua saat mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam kunjungannya ke Provinsi Papua, 17 Okrober 2016.

Lukas Enembe menjadi tidak nyaman dengan semakin viral-nya berita tersebut yang dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik dan kokoh di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua. “sudah berkali-kali saya nyatakan bahwa NKRI harga mati bagi kami di Papua, jadi jangan ada yang mencoba merusak tatanan yang sudah kami bangun dengan baik di tanah ini. Kami tidak berpikir untuk merdeka, tapi saat ini kami hanya fokus pada bagaimana cara mensejahterakan rakyat yang hidup di atas tanah ini. ” tegas Enembe.

Gubernur melanjutkan bahwa kami bersama dengan rakyat Papua sangat senang dan gembira, Pemerintahan saat ini yang di pimpin oleh Bapak Jokowi sangat focus dalam membangun Papua. Sudah berkali-kali Pak Jokowi berkunjung ke Provinsi Papua dan ini menunjukkan bahwa beliau sangat ingin pembangunan Papua dapat berjalan dengan cepat, sambung Lukas Enembe.

“Saya tidak punya waktu untuk mengurusi soal Provinsi lain, apalagi soal DKI yang tentunya punya karakter permasalahan yang jauh berbeda dengan Papua. Saya hanya ingin focus bagaimana caranya membangun Papua menjadi lebih baik. Makanya saya tidak akan berhenti berjuang untuk melakukan perubahan terhadap Undang-undang No 21 tahun 2001, karena kunci menuju kesejahteraan rakyat papua adalah dengan melakukan perubahan Undang-undang tersebut”

Sebagaimana yang berkembang saat ini, telah beredar berita dan meme seakan-akan Gubernur Papua memberikan pernyataan yang berkaitan dengan Pilkada DKI, yang menekankan bahwa “Kalau Non Muslim tidak boleh jadi Gubernur DKI atau Presiden Indonesia maka biarkan Papua Melanesia Merdeka”.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa saya, Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua tidak pernah sama sekali memberikan pernyataan seperti yang berkembang saat ini berkaitan dengan Pilkada DKI. Ini adalah kerjaan orang-orang yang tidak senang dengan apa yang telah kami capai di Papua dan mencoba memecah belah kami dengan saudara-saudara kami yang lain di tanah air Indonesia yang sangat kami cintai” tutup Enembe. 

(Sumber: http://gubernurlukasenembe.com/2016/10/18/gubernur-papua-saya-tidak-pernah-memberikan-pernyataan-berkaitan-dengan-pilkada-dki/)
----

Entah siapa yang berada dalam barisan relawan Ahok-Djarot, demi mencapai tujuan mereka menghalalkan segala cara termasuk memfitnah saudara sebangsanya sendiri dengan menyebar kabar hoax bahwa gubernur Papua yang sangat cinta NKRI tersebut mengancam ingin memerdekakan diri. Atau mungkin yang menyebarkan hoax ini bukan orang asli Indonesia?

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)