02 October 2016

Dipaksa berbuat baik

artikel
Siang tadi saya mengantar ibunda ke rumah saudara di daerah Bojong Gede. Setibanya disana, saat mama dirumah saudara, saya pergi ke sebuah masjid untuk beristirahat dan menunggu waktu dzhuhur yang sebentar lagi masuk.

Disaat menunggu itulah tiba-tiba datang pengurus masjid yang menurut ceritanya adalah anak dari pendiri masjid tersebut (maksudnya orang tuanya mewakafkan hartanya untuk mendirikan masjid).

Setelah berbincang, dia menawarkan kepada saya untuk bersedekah jariyah karena masjid itu tengah dibangun. Sepontan saya mengiyakan dan langsung menunaikannya. Setelah itu saya kembali duduk-duduk diberanda, kemudian bapak itu berganti pakaian dengan baju koko dikarenakan waktu dzuhur semakin dekat.

Tiba waktu dzuhur, bapak itu meminta saya untuk mengumandangkan adzan dikarenakan bapak itu sedang batuk, dan saya sanggupi lagi. Entah sudah berapa lama saya tidak adzan di masjid, seingat saya terakhir kali saya adzan mungkin saat SMA. Memang saya sering mengumandangkan adzan sedari saya usia SD sampai dengan SMA, setelah itu sudah lebih dari 10 tahun saya tidak pernah mengumandangkan adzan lagi.

Ketika mengumandangkan adzan, teringat kembali saat-saat dulu waktu masih aktif dimasjid, semua ingatan seperti terlintas secara runut. Indahnya masa-masa itu…

Saya bersyukur, hari ini saya mendapatkan setidaknya 2 kebaikan, pertama saya mendapatkan kesempatan untuk bersodaqoh jariyah dan kedua saya mendapatkan kesempatan untuk mengumandangkan adzan. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa, namun percayalah, jika bukan izinNya, bahkan beribadah pun menjadi sulit. Saya pernah mengalami sendiri, saya membawa uang untuk shodaqoh, sampai beberapa hari sulit sekali untuk men-shodaqohkan uang itu, ada saja hambatannya yang membuat uang itu bertahan terus di dompet.

Disini saya mulai berfikir bahwa ibadah atau kesempatan beribadah itu adalah rizky juga. Kamu tidak akan pernah bisa beribadah kalau Dia tidak memberikan rizky beribadah itu kepada kamu. Makanya ada orang yang berharta banyak namun jarang sekali sedekah, mungkin orang itu tidak diberikan rizky untuk bersedekah. Termasuk panggilan untuk berhaji, itu adalah rizky yang luar biasa dari Allah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Yang namanya rizky tentu harus kita jemput, baik dengan ikhtiar maupun doa. Berdoa agar hati kita selalu diberikan ke-istiqomah-an dalam agama Nya sehingga bisa terus diberikan rizky beribadah kepadaNya. Sekali lagi mengapa ibadah itu rizky? Karena kita yang membutuhkannya.

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)