14 October 2016

Blunder Ahok Menuai Petaka

pilgub dki 2017
Ilustrasi: jabar.pojoksatu.id
Menjelang pilgub DKI Jakarta, suasana menjadi semakin memanas. Apalagi setelah beredar rekaman video Ahok melecehkan ajaran agama Islam, dimana dalam rekaman tersebut Ahok berkata "dibodohi pakai surat Al Maidah 51." Intinya Ahok ingin menyampaikan bahwa programnya akan tetap jalan meskipun warga Jakarta tidak memilihnya karena takut masuk neraka,  dibodohi pakai ayat Al Maidah 51. Dibohongi dengan menggunakan Al Maidah 51.

Video ini kemudian di posting oleh akun Facebook Buni Yani yang ternyata videonya telah di potong dan hanya menampilkan bagian dimana Ahok melakukan penistaan agama. Video tersebut kemudian diberikan teks dan penekanan-penekanan untuk memberi pemahaman kepada yang menontonnya tentang apa yang dilakukan Ahok.

Ahok pun berkelit, walaupun akhirnya minta maaf juga. Namun proses hukum tetap berjalan seperti yang dituntut ormas-ormas islam tadi siang di Jakarta.

ahok
ilustrasi
Kaitan dengan perkataan Ahok tadi, andai saya analogikan begini. Pak Jokowi sedang menggalakkan program tax amnesty, kemudian saya mengatakan kepada orang banyak: "Mau aja dibodohi pakai tax amnesty" Kira-kira saya melecehkan/menistakan program pemerintah tidak? Tentu saja, pertama saya melecehkan tax amnesty-nya yang saya anggap sebagai alat pembodohan. Kedua, saya melecehkan Pak Jokowi yang suka membodoh-bodohi orang mau mengikuti tax amnesty.

Kemudian ada yang protes kepada saya, tapi saya berkelit: "Saya kan tidak bilang tax amnesty nya bodoh, yang saya maksud adalah orang yang menggunakan tax amnesty untuk membodohi orang, membohongi orang agar mau menyerahkan pajaknya ke negara" Apakah saya masih menistakan? Tentu saja, saya menistakan pemerintah, khususnya pak Jokowi sebagai presiden yang memang saat ini gencar mengkampanyekan tax amnesty untuk menjaring pemasukan negara dari pajak. Jadi apapun alasannya, saya sudah menistakan tax amnesty berikut pemerintah, begitupun Ahok telah menistakan Al Maidah 51 dan ummat muslim yang mengimani Al Maidah 51. Tidak bisa dipungkiri lagi, meskipun banyak yang "nyebokin", ucapan telah terlontar dan telah membuat marah penganut salah satu agama resmi terbesar yang ada di Indonesia.

Perbuatan Ahok menjadi blunder dan cukup merepotkan juga bagi timses nya, kecuali kalau mau pakai muka tembok. Semoga ini jadi pelajaran, jangan suka usil dengan agama lain. Silahkan gunakan ayat dari kitab masing-masing sajalah kalau memang mau bawa-bawa agama dalam menyampaikan program dan mengajak masyarakat untuk memilih.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)