05 August 2016

Toa Masjid Mengganggu…

toa masjid
sumber gambar indotrading.com
Lagi ramai tentang masalah pengeras suara masjid yang sering mengganggu orang karena suaranya yang keras. Sampai akhirnya kejadian, dimana terjadi pengrusakan rumah ibadah karena disebabkan speaker masjid ini.

Sebenarnya bagaimana sih agar speaker masjid bisa berfungsi efektif dan efisien serta tidak mengganggu orang lain yang merasa terganggu. Karena merasa terganggu juga merupakan hak setiap individu, termasuk saya yang seorang muslim pun sering merasa terganggu dengan sepeaker dari mushola dekat rumah saya, namun saya masih bisa beroleransi dengan ibu-ibu, iya benar ibu-ibu, yang setiap menjelang waktu sholat selalu “memainkan” speaker dengan lagu-lagu pengajian khas ibu-ibu di RT.

Saya mau cerita secara fair, biasanya masjid yang ramai itu adalah masjid yang pengurus dan jamaahnya orang-orang Nahdatul Ulama (NU), termasuk mushola dekat rumah saya. Sebelum adzan, mereka bershalawat dengan speaker luar, lalu tahlil, tasbih, bahkan ada yang “menyanyikan” lagu pengajian ibu-ibu. Setelah itu masuk waktu adzan, lagi-lagi antara adzan dan iqomat mereka bersholawat, tahlil, tasbih kembali digaungkan menggunakan speaker dengan keras.

Berbeda dengan masjid Muhammadiyah, atau masjid yang jamaahnya kebanyakan orang-orang “Salafi” atau jamaah dari salah satu partai Islam. Mereka lebih tertib dalam menggunakan speaker. Mereka membunyikan speaker luar saat adzan saja, lalu sepi kembali. Bukan berarti mereka tidak bersholawat, berdzikir, bertasbih dan berdoa diantara adzan dan iqomat, namun mereka melakukannya dalam hati dengan khusyu. Kemudian dilanjutkan dengan iqomat dengan sepeaker luar, dan saat imam memimpin sholat kembali menggunakan speaker dalam. Pengajian digaungkan dengan speaker luar jika ada acara-acara besar saja, untuk syiar agama. Ini menurut saya yang lebih tepat. Jadi kalau anda tinggal di masjid yang jamaahnya banyak orang-orang ini, maka anda tidak akan terganggu. Kebetulan sebelumnya saya pernah tinggal disekitar masjid seperti ini, bahkan akhirnya menjadi pengurus di masjidnya, sebagai ketua remaja. Dan saya diajarkan bagaimana seharusnya menggunakan speaker agar tidak menimbulkan polusi suara.

Jadi himbauan pak Wapres Jusuf Kala tentang speaker masjid yang mengganggu sebetulnya lebih tepat diarahkan kepada jamaah NU, dimana masjid-masjid mereka sering dikatakan menimbulkan polusi suara. Kalau saya sholat di masjid yang pengurusnya orang NU, antara adzan dan iqomat saya melaksanakan sholat sunnah, dan saat sholat sunnah itu kadang bacaan saya menjadi terganggu dikarenakan suara orang bersholawat dan berdzikir yang sedemikian keras menggunakan speaker.

Apa yang mereka lakukan sebenarnya budaya pesantren yang baik, dimana para kyai mengajak santrinya bersholawat bersama, bertasbih bersama, berdzikir bersama. Namun mungkin awalnya ketika santri itu lulus dan kemudian kembali ke masyarakat, mereka membawa budaya itu kedalam masyarakat umum yang tidak semuanya senang dengan kebisingan suara itu.

Disinilah para pengurus masjid harus bijak dalam menggunakan speaker masjidnya. Gunakan speaker luar masjid hanya untuk adzan dan iqomat, sedangkan kegiatan ceramah, imam sholat, pengajian lebih baik menggunakan speaker dalam. Kecuali untuk hari-hari besar agama, silahkan sebagai syiar Islam, misalnya untuk takbiran, Maulid Nabi, Isra Mikraj dan saat sholat tarawih di bulan Ramadhan.

Lalu bagaimana jika ada yang meminta adzan dilarang menggunakan speaker? Tentu ini sudah berlebihan dan dikhawatrikan justru akan membuat kemarahan ummat Islam. Jangan sampai seperti perda syariah, hanya gara-gara Satpol PP merazia penjual makanan disiang hari saat bulan Ramadhan, perda syariat kemudian berusaha dijadikan sasaran tembak dan dicabut. Jangan pula karena kebisingan suara speaker masjid karena kegiatan diluar adzan, membuat adzan kemudian dilarang menggunakan speaker. Kedepankanlah toleransi untuk kepentingan orang banyak dari pada kepentingan kita sendiri. Bijaksanalah dalam menyikapi perbedaan, itu yang utama.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)