07 August 2016

Apa sih vlog?

vlogging
sumber gambar: hw.ac.uk
Vlog atau Video Blogging alias Vlogging awalnya adalah nge-blog dengan dikombinasikan konten video. Lama kelamaan vlog menjadi trend tersendiri,  dan vlog adalah cara mudah bagi orang yang mau ngeblog tapi males nulis #haha

Dengan vlog, kamu cuma butuh kamera dan lampu untuk menyampaikan ide kamu kepada publik. Eits tapi gak semudah itu juga, seorang vloger setidaknya harus memiliki kemampuan public speaking yang baik, kreatifitas yang tinggi serta urat malunya udah rada getas.

Karena apa?! Kamu bisa bayangin ada orang jalan ditempat umum megang kamera DSLR segede Gaban sambil ngoceh sendiri gak karuan. Bagi orang yang gak ngerti kalau tuh orang adalah seorang vlogger, paling dikira orang kampung baru beli kamera dan sok ngartis shooting diri sendiri. Ini derajat korsletnya jauh diatas selfie. Sekarang aja kalau kita ngeliat orang suka selfie berlebihan suka timbul rasa sebel, lah ini lebih parah, bawa-bawa kamera sambil nyorot muka sendiri udah gitu ngomong sendirian pula. Kadang kreatif sama gila beda tipis #hehe

Tapi sekali lagi, itulah kreatifitas. Vlogging gak sekedar nyorot muka sendiri dari pagi sampai malam, ke pagi lagi lalu ke malam lagi. Ada banyak vlogger yang membuat konten-konten menarik dan bermanfaat. Misalnya unboxing, ini vlog yang termasuk paling sering saya cari. Kemudian tutorial, ini juga menarik. Ada yang membuat film-film pendek, ngerjain orang, nyanyi, dakwah, ngerusakin barang mahal, nyari Pokemon bersama papi, ngancam orang melalui vlog, sampai ngelawak garing. #hehe

Lalu apakah dengan adanya vlogging akan membuat blogging menjadi ditinggalkan? Tentu tidak ! Jangan analogikan vlog dengan blog seperti halnya komputer dengan mesin ketik, dimana ketika komputer sudah menjamur, mesin ketik ditinggalkan orang. Tapi analogikanlah seperti halnya televisi dengan radio. Saat televisi sudah banyak digunakan orang, radio tetap punya kelas dan penikmat tersendiri. Atau mungkin antara motor dengan sepeda, sekarang banyak orang naik motor tapi sepeda pun tetap tidak ditinggalkan. Vlog dan blog bukanlah sesuatu yang subtitusi, tapi saling melengkapi.

Sekarang ini banyak vlogger yang membuat channel di Youtube yang tentu lebih praktis tanpa perlu memikirkan nama domain, skrip-skrip template, dan pengaturan-pengaturan lain ala blog. Namun demikian, bisa saja kita membuat sebuah blog dengan nama domain sendiri, kemudian jika kita juga ingin membuat vlog, maka vlog tersebut disimpan di Youtube lalu di embed kedalam blog kita dan diklasifikasikan berdasarkan kategori. Nontonnya jadi dari blog sendiri, bukan langsung dari Youtube. Apalagi kalau kita nge-blog pakai layanan blogger[dot]com yang masih satu “pabrik” dengan Youtube, yaitu sama-sama miliknya Google, tentu ini sangat powerfull.

Jadi kalau kamu sekarang seorang blogger lalu ada keinginan untuk vlogging, maka jangan tinggalkan blog kamu, tapi kombinasikan konten blog kamu dengan vlog. Contoh, kalau saya mau ikut-ikutan bikin vlog, maka saya tinggal menambah satu kategori (tags) lagi dalam blog saya, misalnya saya buat kategori MyVlog yang isinya vlogs saya dari Youtube.

Baca Juga Dong...

1 comment:

  1. Memang sekarang sudah makin banyak vlog ya... blogger juga sudah mulai pindah ke vlog. Saya sendiri masih gak sanggup berkutat dalam vlog. Cukup dengan blog untuk sementara waktu.

    ReplyDelete

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)