08 June 2016

Pembantaian Harimau di Kuil Budha?

Mungkin anda sudah tidak asing dengan video-video ini:


atau yang ini:



Awalnya saya sangat senang melihat harimau dipelihara dengan baik dan diperlakukan bagai "keluarga". Namun setelah saya melihat di sebuah berita di Indonesia Morning Show Net TV, lalu saya penasaran dan search di google, sungguh saya sangat kecewa kalau tidak mau dibilang marah. Berikut beberapa artikel hasil dari Googling tentang pembataian dan penjualan organ tubuh harimau yang melibatkan "Kuil Harimau." 

Amankan 22 Orang dari Kuil Macan, 17 Anggota Yayasan

KANCHANABURI – Jumlah tersangka dalam skandal Kuil Wat Pha Luang Ta Bua di Distrik Sai Yok, Provinsi Kanchanaburi, Thailand, terus bertambah. Kemarin (3/6) kepolisian menyatakan menangkap total 22 orang.

Sebanyak 17 orang di antaranya tercatat sebagai anggota yayasan yang menaungi kuil tersebut. Mereka didakwa dengan kepemilikan secara ilegal jasad binatang yang dilindungi.

Bukti-bukti bahwa kuil Buddha itu benar-benar sebagai tempat perdagangan hewan ilegal juga kian kuat dan mencengangkan. Pengurus kuil kini tidak bisa berkutik lagi.

Polisi mengungkapkan bahwa makin banyak jasad bayi harimau yang ditemukan dalam stoples berisi carian pengawet pada Kamis (2/6). Bukan 20, melainkan menjadi 30 stoples.

Jika ditambah dengan bayi harimau yang dibekukan di freezer, total ada 70 jasad bayi harimau yang sudah ditemukan. Di pasaran, jasad harimau yang berusia 1–2 bulan biasanya terjual seharga 100 ribu baht (Rp 38 juta).

’’Kami telah menyita semua perangkat keras kamera CCTV di kuil ini dan menyerahkan kepada polisi untuk mencari bukti-bukti tindakan yang melanggar hukum,’’ ujar Wakil Dirjen Departemen Taman Nasional Thailand Adisorn Nuchdamrong.

Sumber Bangkok Post mengungkapkan, polisi juga mengamankan foto-foto yang menunjukkan seorang dokter hewan tengah memasukkan jasad bayi harimau dalam stoples.

Dalam foto tersebut, ada biksu yang mengawasi proses yang dijalani si dokter hewan. Pengurus kuil beralasan bahwa sudah biasa jika bayi harimau mati setelah dilahirkan. Mereka dulu mengkremasi jasad-jasad tersebut.

Namun, ketika dituding memperjualbelikan harimau, pihak kuil lantas mengubah kebijakan dengan membekukan maupun menyimpan dalam stoples. Versi pihak kuil, jasad-jasad itu menjadi bukti bahwa pihaknya tidak melakukan proses jual beli organ harimau secara ilegal. (Reuters/The Bangkok Post/CNN/sha/c14/any) 

sumur: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=426729
----

Sadis! 40 Anak Harimau Mati Ditemukan di Mesin Pendingin

kuil harimau
Sumber: Getty Images
Empat puluh anak harimau mati ditemukan di sebuah mesin pendingin di kuil Buddha, sebelah barat Bangkok, Thailand, Rabu (1 Juni 2016), sehari berselang setelah 33 harimau yang masih hidup disita dari kuil tersebut oleh aparat setempat. Belum jelas, motif pengawetan anak-anak harimau tersebut, namun aparat menduga kuil itu terlibat perdagangan satwa liar.

Penemuan puluhan anak harimau tersebut bagian dari operasi dan investigasi yang tengah dilakukan aparat Thailand beberapa hari terakhir. Oranisasi pencinta satwa liar dan pemerintah telah bertahun coba hentikan praktik-praktik yang melanggar hukum di kuil itu.

Adisorn Nuchdamrong, Wakil Direktur Jenderal Departement Perlindungan Satwa Thailand, sebagaimana dilansir dari Mic.com mengatakan, anak-anak harimau tersebut disimpan di mesin pendingin yang sama yang dipakai untuk menyimpan makanan untuk harimau hidup. “Kuil itu tak pernah melaporkan adanya kematian anak-anak harimau. Ini ilegal.”

“Pasti puluhan anak harimau itu dinilai berharga bagi kuil tersebut, tapi saya tak tahu untuk apa” tambahnya.

Di mesin pendingin tersebut juga ditemukan satwa terancam punah, yakni binturong (Arctictis binturong), atau sejenis musang bertubuh besar.

Wat Pa Luangta Bua Yanasampanno, atau sering disebut sebagai Kuil Harimau, adalah salah satu tempat wisata populer di Thailand, dengan tiket masuk senilai Rp200.000. Di sini, wisatawan bisa mendekat dan berfoto dengan harimau yang ternyata sudah dibius agar jinak. Menurut pihak berwajib Thailand, kuil tersebut mampu mengumpulkan uang senilai sekitar $6 juta per tahun dari penjualan tiket saja.

Namun, kuil ini juga menjadi buah bibir karena berbagai skandal yang terjadi bertahun. Kuil ini sering melabeli diri mereka sendiri sebagi tempat perlindungan hewan, namun para aktivis satwa menegaskan, kuil tersebut tak lebih sebagai pasar gelap perdagangan satwa. Bahkan, seorang mantan pegawai di kuil tersebut mengatakan, harimau kerap dipukul dan disakiti, dikurung dalam kandang sempit dengan makanan tidak memadai.

Kuil Harimau ini juga dituduh menernakkan harimau, mempercepat pembiakan, membunuh, dan menjual bagian-bagian tubuhnya ke pasar gelap. Senin lalu, halaman Facebook Kuil Harimau tersebut me-repost pesan 4 Maret terkait kontroversi ini:

“Banyak rumor dan tuduhan yang disebar di internet tentang Kuil Harimau. Selama bertahun, kami tak meresponnya, sebagai salah satu jalan Buddha untuk tetap diam dan melayani perdebatan. Kini, saat begitu banyak orang yang fokus tentang hal ini, saatnya kami merespon. Banyak posting yang menyatakan tentang anak-anak harimau yang hilang, dan menuduh Kuil Harimau menjualnya ke pasar gelap. Ini tidak benar.”

The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), badan PBB yang menangani narkoba dan kejahatan menyatakan bahwa kejahatan terkait perdadagangan satwa liar kerap berhubungan erat dengan kejahatan-kejahatan lain yang sangat serius, dan kejam.

kuil harimau
Sumber: Departemen Taman Nasional Thailand/AP
“Dalam beberapa kasus, uang hasil perdagangan satwa dipakai untuk membiayai terorisme dan menciptakan ketidakstabilan. Kejahatan-kejahatan ini berkaitan dengan pencucian uang, korupsi, pembunuhan, dan kekerasan yang brutal,” sebagaimana penjelasan UNODC dalam situsnya.

sumur: http://www.mongabay.co.id/2016/06/03/sadis-40-anak-harimau-mati-ditemukan-di-mesin-pendingin/
---

Biksu Thailand Ditangkap dalam Kasus Penyelundupan Kulit dan Taring Harimau

Pihak berwenang Thailand mengatakan mereka telah menangkap seorang biksu yang berusaha menyelundupkan kulit dan taring harimau dari sebuah kuil Buddha.

Pengelola Kuil Wat Pha Luang Ta Bua yang dikenal sebagai Kuil Harimai dituduh melakukan penyelundupan hewan-hewan langka dan dilindungi. Mereka membantah tuduhan itu, lapor BBC hari Kamis (2/6/2016).

Hari Rabu, petugas dari dinas perlindungan satwa liar menemukan 40 bangkai anak harimau di dalam kompleks kuil itu.

Temuan tersebut didapat saat petugas selama sepekan berusaha merelokasi 137 ekor harimau dari tempat wisata di Provinsi Kanchanaburi itu.

Pengelola kuil di masa lalu selalu bersikukuh menolak untuk merelokasi harimau dari kuil tersebut.

Polisi berhasil menghentikan biksu itu, dan dua pria lain, saat truk mereka berusaha meninggalkan kuil yang terletak di bagian barat Thailand itu pada hari Kamis.

Eunchai Noochdumrong, direktur Kantor Konservasi Alam Liar, mengatakan kepada BBC bahwa petugas menyita dua kulit harimau utuh, sekitar 700 jimat terbuat dari bagian tubuh harimau dan 10 taring harimau.

“Penyitaan ini menunjukkan kuil itu sepertinya terlibat dalam perdagangan harimau ilegal. Mereka jelas-jelas melanggar peraturan dalam penjualan, distribusi dan pemindahan hewan-hewan yang dilindungi atau bagian-bagian tubuhnya,” kata Noochdumrong.

Hari Rabu, bangkai-bangkai anak harimau ditemukan dalam sebuah lemari pendingin yang ada di kuil tersebut, bersama dengan bagian-bagian tubuh hewan lain.

Kolonel Bandith Meungsukhum mengatakan kepada AFP bahwa anak-anak harimau itu berusia satu atau dua hari. Namun, tidak jelas sudah berapa lama mereka mati.

Tes DNA akan dilakukan guna mengetahui apakah anak-anak harimau itu terkait dengan harimau-harimau lain yang berada di kuil Buddha tersebut.

Para pengelola kuil dapat dijerat hukum karena menyimpai bangkai hewan tanpa izin.

Pihak kuil sebelumnya pernah mengatakan bahwa mereka memutuskan pada 2010 untuk berhenti mengkremasi anak-anak harimau yang mati tidak lama setelah dilahirkan. Pengelola kuil selalu membantah terlibat dalam penyelundupan hewan liar.

Hari Senin lalu petugas memulai upaya relokasi 137 harimau hidup dari kui tersebut. Puluhan ekor lainnya sudah dipindahkan dan dibawa ke tempat penampungan hewan.

Kuil Buddha itu terletak di barat ibukota Bangkok. Kuil Harimau adalah tempat wisata yang populer, di mana pengunjung dalam berfoto bersama hewan-hewan di sana secara gratis.

Sejak petugas melakukan relokasi kuil Buddha itu dinyatakan tertutup untuk umum.

Para aktivis pecinta binatang dan mantan petugas di sana sebelumnya mengatakan bahwa harimau-harimau di kuil Buddha itu tidak mendapat perawatan layak dan ditempatkan dalam kurungan-kurungan sempit.*

sumur: http://linuwih.com/biksu-thailand-ditangkap-dalam-kasus-penyelundupan-kulit-dan-taring-harimau.html
---

Bagaimana pendapat anda?

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)