06 May 2016

#NyalaUntukYuyun

Siapa yang tidak marah mendengar cerita seorang gadis kecil berusia 14 tahun diperkosa secara bergilir oleh 14 pemuda dan kemudian dibunuh. Sebuah peristiwa memilukan yang terjadi di sebuah desa di Bengkulu telah menjadi berita nasional dan ramai diperbincangkan dalam dunia maya.

Parahnya lagi, menurut kepolisian yang memeriksa para tersangka, mereka tertawa-tawa saat pemeriksaan dan seolah tidak menyesal atas apa yang telah mereka lakukan. Setidaknya sampai Polisi “menghadiahi” timas panas pada beberapa pelaku.

Dua pelaku lagi masih buron, semoga lekas tertangkap!

Mengapa para pemuda yang sebagian malah masih pelajar begitu tega melakukan tindakan yang jauh dari nilai kemanusiaan? Tentu akan sangat panjang untuk diurai dan diperdebatkan, tapi mengingat mereka dalam keadaan setengah mabuk, tentu semua menjadi masuk akal. Profil merekapun yang hobi menonton video porno secara bersama-sama sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks mungkin sudah terakumulasi dan mencapai puncaknya, kemudian lebih menjadi tidak terkendali lagi ketika mereka juga meracuni otak mereka dengan miras.

Semua berawal dari kontrol masyarakat dan juga khususnya keluarga para pelaku. Bagaimana mungkin keluarga para pelaku membiarkan anak-anak mereka bergaul dan menciptakan lingkungan bermain mereka sendiri yang negatif. Masyarakatpun terkesan cuek, melihat ada pemuda yang kumpul-kumpul dengan miras diantara mereka namun sepertinya tidak pernah dihiraukan.

Setelah kejadian, semua terbelalak, semua teriak dan lagi-lagi semua selalu terlambat.

Melalui tulisan ini saya menyampaikan empati dan duka sedalam-dalamnya, semoga tidak ada lagi Yuyun-Yuyun lainnya dan semoga para pelaku dihukum dengan hukuman berat demi membuat efek jera.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)