14 March 2016

Jawara Kota Depok “Menyerbu” Kantor Balaikota - Lumbuk

LumbukHari Minggu, 13 Maret 2016, ratusan jawara dan Front Pembela Islam (FPI) menggeruduk kantor walikota Depok. Konvoi dimulai dari Grand Depok City dan berakhir di Balaikota Kota Depok. sepanjang jalan, dengan diiring musik tradisional dan lagu-lagu khas Betawi para jawara dan centeng-centengnya melangkah dengan mantap sambil mengibarkan bendara dan sepanduk sebagai identitas organisasinya.

Sesampainya di gerbang Balaikota, puluhan Satpol PP berjaga dibawah komando langsung Walikota dan Wakil Walikota Depok yang nampak sudah siap menyambut kedatangan mereka. Rombongan sempat berhenti sejenak, kemudian beberapa perwakilan dari perguruan silat tradisional tersebut unjuk kebolehan didepan Pak Idris dan Pak Pradi selaku Wali Kota dan Wakil Walikota.
Lumbuk
Keadaan semakin “memanas” saat beberapa jawara yang berjaga di Balaikota menghadang rombongan itu. Terjadilah pertarungan antara jawara yang mau masuk dan jawara yang menjaga Balaikota. Akhirnya jawara dari Balaikota berhasil dikalahkan, maka masuklah seluruh rombongan ke lapangan Balaikota tanpa halangan yang berarti.

LumbukKejadian diatas bukanlah aksi anarkis sekelompok jawara yang menyerbu balaikota, tapi semua kejadian tersebut adalah bagian dari prosesi pembukaan acara Syukuran Akbar Pendekar Untuk Kota Depok Terbaik dan Deklarasi Lumbuk Bersama 1000 Centeng Budaya – Karnaval Centeng Budaya dan Gelar Seni Budaya.

Lumbuk sendiri memiliki kepanjangan dari Lembaga Usaha Melestarikan Seni dan Budaya Kota Depok, dimana lembaga ini akan “mengerahkan” centeng-centeng budayanya untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan khasanah budaya di kota Depok ini.

Lumbuk
Yang menarik, ternyata seni dan budaya di Kota Depok hampir mirip dengan yang ada di DKI Jakarta. Budaya maen pukulan, kesenian musik dan dan tarian penuh dengan nuansa Betawi. Dan kata orang Depok memang kota dimana banyak orang Betawi yang disebut betawi pinggiran, dengan ciri bahasa dan logat yang berbeda dengan betawi di Jakarta. Setidaknya itu yang pernah saya dengar dari seorang keturunan Betawi ketika pindah ke Depok, kaget juga dengan bahasa Betawi di Depok ini.


LumbukSelain Betawi, Depok juga dipengaruhi budaya Sunda karena lokasinya yang berada dalam propinsi Jawa Barat. Sehingga budaya Kota Depok semakin semarak dan beragam serta tentu saha tidak melupakan nilai religius yang sangat dijunjung tinggi. Itulah yang harus dijaga oleh kita sebagai warga Depok dan tujuan dibentuknya Lumbuk ini.

Kedepannya diharapkan nilai-nilai budaya ini dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah sebagai muatan lokal budaya daerah dan kearifan lokal, sehingga sudah sejak dini bisa dipelajari dan dilestarikan oleh pelajar di kota Depok.


Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)