05 March 2016

Deponering

artikelDeponering atau pengesampingan perkara demi kepentingan umum (ada yang bilang saponering), sebagai orang awam sih saya tahunya kalau seorang tersangka di deponering bukan berarti dia tidak bersalah. Itu kan hanya dikesampingkan, meskipun legal, tetap saja statusnya mengambang. Tapi bagi saya tetap saja sebagai tersangka yang belum tuntas perkara hukumnya.

Saya masih lebih menghargai orang yang telah di vonis bersalah kemudian menjalani hukuman pidana. Itu lebih terhormat, setelah menjalani hukumannya, kita semua harus memaafkan dan menerimanya kembali ditengah masyarakat.

Kalau cuma deponering, ya status anda “dicurigai”, apa yang dibanggakan? Anda cuma “diselamatkan” dari hukum oleh "penguasa", bukan dibebaskan karena anda tidak bersalah. Dan anda belum dihukum atas kesalahan anda!

Kalau tidak salah sudah 4 pimpinan KPK yang di deponering, Pak Bibit, Pak Chandra, Abraham Samad dan Bambang Wijoyanto. Kenapa harus di deponering? Kalau memang mereka yakin tidak bersalah, ya lanjutkan proses hukum. Sepertinya pimpinan KPK memiliki “kekebalan hukum” berupa deponering ini. Tapi ada pimpinan KPK yang sampai sekarang masih menjalani hukuman, kasusnya tidak di deponering, yaitu Antasari Azhar. Kenapa beliau tidak di deponering juga padahal prestasinya gak kalah dari 4 pimpinan KPK yang saya sebutkan tadi.

Mungkin kita semua punya jawabannya didalam hati masing-masing. Tapi sesuai dengan pendapat saya diatas, saya masih lebih menghormati Antasari Azhar yang telah menjalankan hukumannya terlepas beliau bersalah atau tidak. Beliau telah menebus semuanya. Sedangkan yang di deponering, anda belum membuktikan kalau anda tidak bersalah, bisa jadi anda bersalah dan kesalahan anda lebih buruk.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)