16 December 2015

Kasus prostitusi artis untuk pengalihan isu Freeport?

Heboh terkuak kasus artis terkenal terlibat prostitusi, dimana keduanya di sergap polisi saat sedang menjajakan tubuhnya. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus prostitusi artis sebelumnya. Tapi, lucunya kedua artis yang digerebek polisi tersebut dikatakan sebagai korban, iya betul korban, anda tidak salah baca. Bagaimana logika pikir penegak hukum? Jelas-jelas artis tersebut adalah wanita dewasa yang memiliki kesadaran dan kemauan sendiri untuk dijajakan.

Berbeda halnya jika wanita tersebut adalah anak dibawah umur atau gadis dari desa yang diiming-imingi bekerja, namun tiba-tiba ditipu dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial. Itu baru korban. Lha kalau ini jelas-jelas artis tersebut sadar dan mengerti apa yang harus dikerjakan, tentu mereka bukan korban, tapi komplotan juga. Komplotan pelaku prostitusi ! 


Penegak hukum harus adil, tidak hanya menegakan hukum pada mucikarinya saja, namun kepada artis tersebut juga harus diberikan hukuman, diperlakukan sama seperti penjaja seks komersial lainnya yang sadar menjajakan dirinya untuk membiayai gaya hidup yang super glamour. Tidak ada korban dalam hal ini.

Saya jadi berburuk sangka, jangan-jangan artis wanita yang lama menjomblo dan tampil di televisi cuma sekali dua kali namun kehidupannya glamour, sepertinya dengan cara begitu mereka membiayai gaya hidupnya.


Aneh kalau polisi tidak menetapkan tersangka kepada artis-artis tersebut, apalagi berita di media massa begitu vulgar dan para pelaku (artisnya) tidak di samarkan identitasnya. Kecuali kalau ini hanya mau dijadikan alat pengalih isu dari kasus Freeport yang sedang ramai-ramainya dan melibatkan para pejabat di negeri ini agar mata publik tak tertuju padanya.

Baca Juga Dong...

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan, kamu bisa memberikan komentar disini, dan jika kamu punya blog, saya akan kunjung balik :)